Korban PPD VS Kopaja di Sudirman Adalah Joki 3 in 1

Korban PPD VS Kopaja di Sudirman Adalah Joki 3 in 1

- detikNews
Sabtu, 08 Okt 2011 02:03 WIB
Jakarta - Kecelakaan yang melibatkan bus PPD 213 (Kampung Melayu-Grogol) dan Kopaja P19 (Tanah Abang-Blok M) di Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, menewaskan Arpi. Bocah berusia 16 tahun itu sehari-hari bekerja sebagai joki 3 in 1.

"Korban Arpi, diperkirakan berusia 16 tahun karena tidak ada identitas KTP. Menurut temannya, dia joki 3 in 1," kata petugas Yanmas Laka Polda Metro Jaya, Bripka Rofi saat dihubungi detikcom, Jumat (7/10/2011).

Menurut keterangan teman korban seusianya, Arpi dan kawan-kawannya baru pulang ngejoki di sekitar kawasan sebelum mengarah ke Sudirman. Sekitar pukul 19.45 WIB, waktu ngejoki telah habis, karena batas waktu 3 in 1 hanya sampai pukul 19.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arpi dan kawan-kawan lalu naik PPD 213 yang dikemudikan oleh Supriyanto (49). "Mereka naik bus barengan, sekitar 4-5 orang," kata Rofi.

Di dalam bus itu, Arpi dan kawan-kawan bergelantungan di dekat pintu belakang. PPD yang ditumpangi Arpi dan kawan-kawannya berada di belakang Kopaja yang disopiri oleh Sunyoto (36).

Saat kondisi jalan padat merayap, Supriyanto kemudian menyalip Kopaja yang saat itu berada di lajur kiri pada jalur lambat, mengarah ke Blok M. Tanpa melihat kondisi penumpang dibelakang, sopir PPD lantas membanting setir ke lajur kanan untuk mendahului Kopaja tersebut.

"Di belakang, korban bergelantung di dekat pintu," ujar dia.

Ketika menyalip, bodi bus tersebut memepet Kopaja. Sehingga hal itu mengakibatkan korban terjepit karena tidak ada ruang antara Kopaja dan PPD.

"Korban terjepit, terbukti dari adanya ceceran darah di bodi belakang Kopaja," jelasnya.

Akibat kecelakaan ini, korban tewas seketika dengan kondisi kepala belakang hancur. Sementara arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman di kedua arah sempat macet.

Korban dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Salemba, Jakarta Pusat. "Saksi kunci ada di RSCM juga," tutup Rofi.

(mei/irw)


Berita Terkait