Polisi Sebenarnya Tahu Pengerahan Massa Al Zaytun
Jumat, 09 Jul 2004 15:09 WIB
Jakarta - Aparat kepolisian yang sedang berpatroli sebenarnya mengetahui adanya pengerahan massa dari Pondok Pesantren Al Zaytun ke 83 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Indramayu, Jabar, saat Pemilu Presiden, 5 Juli 2004 lalu. Pengakuan itu disampaikan Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar saat dicegat wartawan usai salat Jumat di masjid Al Iklas Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Jumat (9/7/2004). Apa tujuan pengerahan massa, Kapolri menyatakan aparatnya tak tahu. Hingga kini Polri masih menunggu laporan dari Panwaslu mengenai dugaan indikasi pelanggran Pemilu akibat pengerahan nmassa itu."Justru kita tidak tahu untuk apa pengerahan massa itu. Ini masih ditangani KPU dan Panwaslu. Nanti pada waktunya kalau ada indikasi pelanggaran pidana maka akan diperoses dalam penyidikan," kata Kapolri. Kapolri menolak menjelaskan apakah dari temuan awal penyidikan polisi ditemukan bukti-bukti pengerahan massa untuk memenangkan Wiranto. "Temuan masih dalam penyidian Panwaslu," kata Kapolri.Sebelumnya Kamis (9/7/2004) kemarin, Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Suyitno Landung menyatakan, penyidik Mabes Polri dan Polda Jabar telah diturunkan untuk melakukan investigasi awal terhadap pengerahan massa itu.
(iy/)











































