"Masa? Innalillahi," kata Anas usai acara Penutupan dan Penghargaan Seleksi Tunas Garuda di Lapangan International Sport's Club of Indonesia (ISCI), Tangerang, Jumat (7/10/2011).
Menurut Anas, Moerdiono adalah sosok birokrat yang pekerja keras, tekun, loyal kepada tugas dan lebih banyak bekerja ketimbang bicara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Moerdiono wafat di Singapura pada pukul 19.40 waktu setempat akibat kanker paru-paru yang dideritanya sejak lama. Rencananya jenazah Moerdiono akan dibawa pulang ke Indonesia dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada Sabtu (8/10), besok.
Moerdiono,lahir di Banyuwangi, Jawa Timur, 19 Agustus 1934. Ia merupakan Mensesneg dua periode yakni, pada Kabinet Pembangunan V (21 Maret 1988-17 Maret 1993) dan Kabinet Pembangunan VI (17 Maret 1993-16 Maret 1998). Moerdiono dikenal sangat dekat dengan Presiden Soeharto.
(irw/irw)











































