LSI: PKB-Golkar-PAN Pilih SBY, PPP Gandeng Mega
Jumat, 09 Jul 2004 14:50 WIB
Jakarta - Direktur Riset Lembaga Survey Indonesia (LSI) M Qodari memprediksi jika gagal masuk putaran kedua PKB, Golkar dan PAN memilih berkoalisi dengan SBY-JK. Sedangkan PPP akan memilih Megawati-Hasyim."Kalau PKB saya kira lebih cenderung kepada SBY, karena yang mengendalikan PKB adalah Gus Dur dan dia bermusuhan dengan Hasyim Muzadi serta pernah dendam dengan Megawati karena ikut menjatuhkan dia sebagai presiden.Sebetulnya sudah ada kedekatan secara emosional dengan SBY," kata M Qodari sebelum diskusi di Pusat Tabulasi Nasional Pemilu di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (9/7/2004).Partai Golkar, kata Qodari, dari segi emosional lebih dekat ke SBY-Kalla dibandingkan dengan PDIP."Kalla adalah kader Golkar dan dari segi negosiasi politik, posisi tawar Golkar lebih besar kepada SBY dibandingkan PDIP," ujarnya."Kalau Golkar memilih PDIP itu bunuh diri, karena sudah kelihatan dari hasil survey pemilih Golkar lebih dekat ke SBY. Kalau Golkar nekat, ya dia akan kalah lagi dan tidak dapat apa-apa ke depan," imbuhnya.Bagaimana dengan PAN?"Amien Rais cenderung pada SBY karena dia menganggap Megawati gagal. Amien juga pernah melamar SBY sebagai wapres. Artinya, dia menganggap SBY berkualiatas.Lebih lanjut, Qodari menambahkan PPP yang diketuai Hamzah Haz diprediksi akan memberikan suaranya ke Megawati. "Menurut saya PPP adalah partai yang mesin politiknya tidak bekerja. Jadi kalau pun Hamzah Haz mengarahkan dukungan resmi terhadap Megawati, pemilihnya akan lebih banyak ke SBY," imbuhnya.Menurut Qodari, saat ini yang penting adalah popularitas individu. "Kitasudah membuktikan dalam pemilu presiden putaran pertama. Saya kira jelas, SBY lebih populer dibandingkan Megawati," demikian Qodari.
(aan/)











































