Priyo Tak Percaya Reshuffle untuk Pengaturan 'Logistik' di 2014

Priyo Tak Percaya Reshuffle untuk Pengaturan 'Logistik' di 2014

- detikNews
Jumat, 07 Okt 2011 18:46 WIB
Priyo Tak Percaya Reshuffle untuk Pengaturan Logistik di 2014
Jakarta - Sekjen DPP PKS Anis Matta melihat gelagat isu reshuffle lebih berorientasi kepada pengaturan logistik 2014, ketimbang perbaikaan kinerja kabinet. Namun Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso tidak percaya ada pengaturan semacam itu.

"Saya tidak tahu persis mengenai background sahabat saya Mas Anis Matta menyampaikan seperti itu. Pandangan saya, menteri-menteri dari Golkar tidak relevan diberi amanah itu bekerja untuk rakyat berujung ditugasi menumpuk logistik seperti itu. Saya tidak percaya itu," kata Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (7/10/2011).

Menurutnya, di alam demokrasi biasa saja muncul berbagai macam pendapat. Namun yang jelas Priyo tidak mau ikut-ikutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menteri dipercaya untuk bekerja untuk rakyat. Kedua, menteri juga harus menandatangani fakta integritas dengan presiden untuk membantu bekerja. Kecuali menteri yang sembrono dan gelap mata. Saya yakin menteri Golkar tidak untuk itu," tutur Priyo.

Selasa (20/9) lalu, Anis Matta melihat isu reshuffle kabinet yang belakangan berkembang lebih berorientasi kepada pengaturan 'logistik' untuk Pemilu 2014. Anis khawatir Presiden SBY mendapatkan masukan dari orang-orang tertentu yang tujuannya bukan untuk memperbaiki citranya.

"Kita khawatir Pak SBY mendapat masukan-masukan dari orang tertentu untuk melakukan reshuffle yang tujuannya bukan untuk memperbaiki citra SBY kembali, tetapi justru untuk kepentingan 'logistik'," ucap Anis.

Ketika ditanya apakah logistik yang dimaksud adalah dana atau modal, Anis tidak membantahnya. "Yang rumornya beredar (mau direshuffle) kan sekarang Menkeu-lah, (menteri) ESDM-lah, ini kan semua yang urusan fulus ini," imbuhnya.

Anis membaca isu reshuffle yang berkembang dibarengi survei turunnya popularitas SBY merupakan tekanan kepada Presiden.

"Pertanyaan begini, kalau setelah reshuffle kepercayaan publik tidak meningkat atau yang direshuffle bukan orang-orang yang terkait dengan kasus, gimana?" tanya Anis yang tetap tak mau menyebut siapa yang menekan SBY.

(vit/ndr)


Berita Terkait