"Saya tidak tahu persis mengenai background sahabat saya Mas Anis Matta menyampaikan seperti itu. Pandangan saya, menteri-menteri dari Golkar tidak relevan diberi amanah itu bekerja untuk rakyat berujung ditugasi menumpuk logistik seperti itu. Saya tidak percaya itu," kata Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (7/10/2011).
Menurutnya, di alam demokrasi biasa saja muncul berbagai macam pendapat. Namun yang jelas Priyo tidak mau ikut-ikutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selasa (20/9) lalu, Anis Matta melihat isu reshuffle kabinet yang belakangan berkembang lebih berorientasi kepada pengaturan 'logistik' untuk Pemilu 2014. Anis khawatir Presiden SBY mendapatkan masukan dari orang-orang tertentu yang tujuannya bukan untuk memperbaiki citranya.
"Kita khawatir Pak SBY mendapat masukan-masukan dari orang tertentu untuk melakukan reshuffle yang tujuannya bukan untuk memperbaiki citra SBY kembali, tetapi justru untuk kepentingan 'logistik'," ucap Anis.
Ketika ditanya apakah logistik yang dimaksud adalah dana atau modal, Anis tidak membantahnya. "Yang rumornya beredar (mau direshuffle) kan sekarang Menkeu-lah, (menteri) ESDM-lah, ini kan semua yang urusan fulus ini," imbuhnya.
Anis membaca isu reshuffle yang berkembang dibarengi survei turunnya popularitas SBY merupakan tekanan kepada Presiden.
"Pertanyaan begini, kalau setelah reshuffle kepercayaan publik tidak meningkat atau yang direshuffle bukan orang-orang yang terkait dengan kasus, gimana?" tanya Anis yang tetap tak mau menyebut siapa yang menekan SBY.
(vit/ndr)











































