"Misalnya Menteri ESDM, dia mampu berbuat di bidangnya, dia punya track record ke belakang. Menteri Keuangan juga dan sebagainya. Jadi mendahulukan kemampuan daripada asal parpolnya, itu maksud saya," kata pria yang akrab disapa Ical di Kantor Golkar, Slipi, Jakbar, Jumat (7/10/2011).
Namun Ical menegaskan urusan reshuffle sepenuhnya diserahkan kepada presiden. Dia mengaku dirinya tidak tahu menahu soal urusan reshuffle.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga mengaku sama sekali tidak melakukan komunikasi dengan SBY. "Enggak ada apa-apa, belum ngomong soal itu. Kalau bicara sering, kalau reshuffle belum, kita serahkan ke presiden," terang Ical.
(ndr/vit)










































