Demikian Dr. M. Djaeni, dosen pada Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang saat ini bersama tim berada di Wageningen, Belanda, kepada detikcom, Jumat (7/10/201).
Tim ini selengkapnya terdiri dari Dr. Heru Susanto (Undip, Ketua Tim Konstruksi), Ir. Kismurtono, MS (LIPI), Ir. Toni Hariadi, MT (UMY) dan Dr. M. Djaeni sendiri, yang menyelesaikan studi S3-nya di Universitas Wageningen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan kemurnian rendah tersebut biogas hanya dapat digunakan sebagai bahan bakar kompor untuk memasak pada skala rumah tangga," terang Djaeni.
Untuk aplikasi lebih luas biogas ini perlu diolah lebih lanjut untuk menghasilkan kemurnian gas metana yang cukup tinggi, serta modifikasi sistem penyimpanan metana bertekanan tinggi.
Hal ini, imbuh Djaeni, dapat dilakukan dengan penghilangan gas-gas impuritas seperti CO2, H2S dan uap air, serta gas-gas impuritas seperti H2S dan CO2 harus dipisahkan dari biogas yang keluar dari biodigester dilanjutkan dengan proses kompresi.
Secara umum biogas yang dihasilkan dari biodigester diolah dengan penyerapan menggunakan larutan soda dilanjutkan adsorpsi (transfer volume ke permukaan, red) dengan zeolite.
"Metode ini mampu menghasilkan biogas dengan kemurnian metana lebih dari 90% sehingga dapat digunakan sebagai bahan bakar generator listrik," cetus Djaeni.
Ujicoba pertama dilakukan dengan genset berkekuatan 1000 watt. Hasil ujicoba dengan menggunakan genset berkekuatan 1000 watt menunjukkan bahwa biogas ini mampu digunakan sebagai bahan bakar dan dapat menghasilkan listrik.
Keberhasilan ini diharapkan dapat mengatasi kendala pemanfaatan biomassa sebagai energi alternatif, yakni tingkat kemurnian biogas metana yang dihasilkan dan masalah kemasannya.
Seperti diketahui, biomasa merupakan sumber bahan bakar alternatif yang potensial menggantikan minyak dan gasbumi, karena ketersediaannya melimpah, serta dapat diperbaharui.
Pemanfaatan limbah pertanian, peternakan, rumah tangga, industri pangan, serta pengembangan pertanian untuk bahan energi antara lain jatropa, nyamplung, biji karet, bunga matahari, dan lain- lain merupakan contoh nyata semakin potensialnya biomassa ini.
Rencananya kapasitas dari biogas ini akan ditingkatkan untuk membangkitkan genset berkekuatan 3000 watt. Ketua Tim Konstruksi Dr. Heru Susanto mengatakan bahwa peluangnya masih banyak lagi untuk penggunaan biogas ini, antara lain untuk kendaraan.
"Juga sangat terbuka pengolahan biomassa untuk menghasilkanbahan bakar cair seperti bioetanol dan biodisel, maupun bahan bakar padat dalam bentuk briket," pungkas Dr. Heru.
(es/es)










































