"Kenapa presiden sekarang terasa lambat, ini presidensil. Koalisi itu hanya ada di (sistem) parlementer. Sehingga ngga usah takut jadi presiden, presidensil itu dibuat agar tidak bisa jatuh," ujar Mahfud MD.
Hal itu disampaikan saat menjadi Keynote Speaker dalam acara Launching buku Indonesia Optimis Melawan Mafia karya Denny Indrayana di Universitas Paramdina, Jakarta Selatan, Jumat (7/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi nekat betul, jatuh betul. Koalisi dalam sistem presidensil ngga perlu koalisi-koalisian. Apalagi menjatuhkan (presiden) dengan sesuai konstitusi itu tidak mudah. Abaikan saja jalan saja," jelasnya.
Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara ini pun menyarankan kepada sejumlah pihak yang nanti akan menampuk kekuasaan agar bisa lebih pro aktif dan progresif. "Makanya saya bilang ke Pak Yunus (Yunus Husein) kalau jadi pimpinan KPK, Kalau ada (yang salah), sikat saja yang koruptor-koruptor. Mumpung anda punya kekuasaan," selorohnya.
Pria kelahiran Madura ini pun berseloroh soal sikapnya yang kerap kontroversial meski menjabat sebagai hakim MK. "Mumpung saya jadi ketua MK, saya punya palu saya bisa ketok, kalau perlu saya ketok kepalanya (koruptor). Karena kalau ngga jadi ga bisa lagi," candanya.
(ape/ndr)











































