Anfrel dari Thai: Kami Tidak Intervensi Pemilu Indonesia

Anfrel dari Thai: Kami Tidak Intervensi Pemilu Indonesia

- detikNews
Jumat, 09 Jul 2004 12:50 WIB
Jakarta - Asian Network for Free Election (Anfrel) yang berbasis di Bangkok, Thailand menegaskan, pihaknya berada di Indonesia bukan untuk mengintervensi Pemilu."Kalau buat Anfrel, tidak perlu khawatir. Kita masuk di sini tidak mau intervensi segala macam," kata Koordinator Anfrel Herizal Hazri usai jumpa pers di Hotel Borobudur Jakarta Pusat, Jumat (9/7/2004).Menurut dia, pemerintah Indonesia tidak perlu mengkhawatirkan intervensi pemantau asing terhadap Pemilu di Indonesia. Hal ini sekaligus membantah pernyataan Kwik Kian Gie.Menteri Perencanaan Pembangunangun Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Kwik Kian Gie mengungkapkan ada campur tangan kuat pengamat asing dalam pembentukan opini publik berkaitan dengan Pilpres, melalui mekanisme survei ataupun penghitungan cepat. Intervensi itu diklaim Kwik juga dirasakan para Menteri Kabinet Gotong Royong.Atas hal itu, Herizal mengaku tidak paham dengan definisi intervensi yang dimaksud Kwik. "Sebenarnya saya tidak paham definisi intervensi itu apa. Kalau kegiatan kami untuk memperbaiki sistem Pemilu dianggap salah atau intervensi, maka salah lah kami," ujarnya.Dijelaskan dia, Anfrel dalam posisi pemantau yang ingin membangun demokratisasi di Indonesia. "Kami bukan mencampuri urusan negara. Kita di sini untuk memantau dan sama-sama membangun demokrasi di Asia," tukasnya.Meski demikian, masalah tudingan intervensi itu tidak pernah dibahas Anfrel dengan pemantau asing lain. "Itu tidak pernah dibahas antar-observer. Karena kami ini lebih mementingkan tugas kami memantau Pemilu," kata Herizal.Anfrel dibentuk tahun 1997, berbasis di Bangkok, Thailand. Anfrel memantau Pemilu di Indonesia sejak Pemilu 1999. Untuk memantau Pilpres 2004 di Indonesia, Anfrel mengirim 7 pemantau jangka panjang di Jakarta, Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan, Riau, dan Jambi. (sss/)


Berita Terkait