Pembakaran ATM di Bandung terjadi pada ATM BNI di Jl Dipati Ukur, Bandung, Kamis 30 Juni 2011 silam. Sedangkan ATM BRI di Jl Affandi Gejayan, Depok, Sleman, DIY dibakar Jumat (7/10/2011). Kedua ATM dibakar pada dini hari.
"Ada kemiripan (kasus)," kata Kadivhumas Polda DIY, AKBP Ani Pudjiastuti ketika dihubungi detikcom, Jumat (7/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku pembakaran di Bandung dan Sleman sama-sama menuliskan kebencian terhadap negara, korporasi, polisi dan TNI.
"Negara-Korporasi-Polisi-Militer Adalah Terorisme Sebenarnya," demikian surat di Sleman.
Sedangkan pelaku di Bandung menulis, "NEGARA, INSTITUSI MILITER, POLISI, SERTA PEMODAL ADALAH TERORIS SEBENARNYA!"
Hal lain yang serupa, kedua pelaku sama-sama menyebutkan sejumlah kasus yang menimpa rakyat kecil.
"Untuk setiap penindasan di Kulonprogo.......Untuk setiap penggusuran dan perampasan lahan di Takalar dan Pandan Raya Makasar," dalam surat di Sleman.
"PT JMI (menyebut lengkap nama perusahaan) INGIN MENGENYAHKAN 50.000 PETANI KULON PROGO. PETANI TAKALAR TERANCAM DIRAMPAS LAHANNYA DAN SEMUA INI DILAKUKAN SECARA BRUTAL," demikian surat di Bandung.
Faktor kesamaan yang ketiga adalah, alasan aksi mereka membakar ATM.
"ATM, bank, gedung korporat adalah target yang terpenting, karena mereka adalah tanah salah satu kolaborator yang menyebabkan penderitaan di muka bumi ini," ujar pelaku di Sleman.
Bandingkan dengan ini, "PENYERANGAN KAMI TERHADAP ATM (BANK) MERUPAKAN TARGET PENTING DIKARENAKAN BANK SENANTIASA TERLIBAT DALAM PENDANAAN EKSTRASI SUMBER DAYA ALAM."
Atas kemiripan kedua kasus ini, Polda DIY mengatakan akan berkoordinasi dengan Polda Jabar. Selain juga, satu orang yang diamankan berinisial BL berdomisili di Dago, Bandung. Ini lokasi yang tidak terlalu jauh dari ATM BNI Dipati Ukur.
"Kita sedang kerja sama dengan Polda Jabar," ujar Ani saat dihubungi detikcom sebelumnya.
(fay/asy)











































