Siswono Yudo Husodo:
Quick Count Bodohi Rakyat
Jumat, 09 Jul 2004 11:54 WIB
Jakarta - Cawapres Siswono Yudo Husodo menilai hasil quick count yang sudah menyebutkan nama tokoh tertentu yang akan lolos putaran kedua merupakan kesombongan intelektual dan proses pembodohan masyarakat."Quick count sebagai pendekatan ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan, tetapi hasil yang dikeluarkan bukan kepastian hasil akhir melainkan hanya perkiraan. Hanya gambaran sementara hasil secara nasional," kata Cawapres Siswono Yudo Husodo usai pelantikan para pembantu rektor, kepala lembaga pengabdian masyarakat serta pembantu dekan I di Falkutas Hukum Universitas Pancasila di Kampus Universitas Pancasila, Jalan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (9/7/2004). "Apabila penghitungan secara cepat sudah menyebutkan adanya tokoh tertentu yang dipastikan lolos, itu adalah suatu kesombongan intelektual dan proses pembodohan masyarakat karena mendahulukan Tuhan," imbuhnya.Dibiayai APBNDalam kesempatan itu, Siswono mengusulkan pemilu mendatang sebaiknya tidak dibiayai pihak asing. "Sebaiknya dibiayai dari APBN bukan bantuan asing. Sebab tidak tepat apabila lembaga milik negara dibiayai oleh asing," ujar Siswono."Saya melihat pusat tabulasi nasional pemilu di Hotel Borobudur sangat bagus dan informatif, tetapi letaknya yang berdekatan dengan Carter Center dan NDI itu yang menjadi permasalahan. Karena seperti diketahui, NDI itu adalah merupakan pendukung Partai Demokrat yang ada di Amerika Serikat," demikian Siswono.
(aan/)











































