Nembak Warga, Kapolsek Lore Selatan Jadi Tersangka
Jumat, 09 Jul 2004 11:22 WIB
Palu - Setelah dicari selama hampir dua pekan, akhirnya Kepala Kepolisian Sektor Lore Selatan, Poso, Sulawesi Tengah menyerahkan diri ke Kepolisian Resor Poso. Ia kini menjadi tersangka penembakan seorang pemuda setempat.Kepastian Kapolsek Lore Selatan Inspektur Polisi Satu Adi Lamboda menjadi tersangka, disampaikan Kepala Polres Poso Ajun Komisaris Besar Polisi Abdi Dharma kepada detikcom, Jumat (9/7/2004).Menurut Kapolres Abdi, dalam pemeriksaan, Iptu Adi mengakui telah melakukan penembakan atas seorang pemuda bernama Ronald Alijah (19). Diterangkannya, Rabu (24/6/2004) lalu antara pukul 23.00-00.30 Waktu Indonesia Tengah (WITA) sekelompok anak muda kebut-kebutan di jalanan di depan Mapolsek Lore Selatan. Saat itu Iptu Adi menegur mereka, tapi tak diindahkan."Nah, sekitar pukul setengah satu malam, saat Kapolsek sedang berada di depan Mapolsek, ada lagi anak-anak muda yang kebut-kebutan. Ia pun memberikan tembakan peringatan," jelas Abdi.Nyatanya, imbuh Abdi lagi, tembakan tadi melenting mengenai pinggang kiri seorang anak muda yang tengah mengendarai sepeda motor di depan Mapolsek itu. "Tapi kami tengah menyelidiki apakah benar tembakan itu ditembakkan langsung atau melenting," ungkapnya.Ketika ditanya seputar menghilangnya Iptu Adi setelah kejadian itu, Abdi mengatakan bahwa ia mengamankan diri. Soalnya, "besok harinya Mapolsek setempat diserbu massa, mereka melempari kaca-kacanya. Mereka berteriak-teriak mencari Kapolsek. Karena untuk tindakan penyelamatan diri, Kapolsek pun bersembunyi. Yang jelas, sampai saat ini sudah 6 orang saksi yang kami periksa terkait kasus ini, " aku Kapolres Poso.Sementara, korban Ronald yang sempat ditemui detikcom di Rumah Sakit Poso sekitar 2 hari setelah kejadian itu, menyanggah dirinya kebut-kebutan di depan Mapolsek. "Saya tidak laju. Saya juga tidak tahu sebelumnya ada anak-anak muda yang kebut-kebutan di depan Mapolsek. Saya juga kaget ketika merasa pinggang saya panas dan mengeluarkan darah," tutur Ronald ketika itu.Nah, bagaimana peristiwa itu sebenarnya? Kita tunggu saja pemeriksaan polisi. Sebab, "untuk kasus terkait penembakan atas korban Ronald akan ditangani oleh Polres Poso. Sedang untuk sidang profesi terkait etik kepolisian akan ditangangi oleh Polda Sulteng," demikian Kapolres Poso.
(nrl/)











































