Ulah sebagian orang ini tentu membuat halte kotor. Coretan di dinding, atap dan tiang halte membuat kesan halte menjadi kumuh. Akibatnya pengguna Transjakarta merasa tidak nyaman.
"Jadi kotor yah, dulu pas awal-awal masih bagus. Sekarang udah dicorat-coret gini," keluh Doni (22) saat ditemui di Halte Busway Bidara Cina, Jakarta Timur, Kamis (6/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tidak salah perawatan ada ya, setiap tahun. Cuma dilihat juga kondisinya. Jangan nunggu rusak baru diperbaiki," ungkapnya.
Pantauan detikcom, di Halte Busway Bidara Cina, beberapa coretan nampak di dinding dan bagian tangga. Bahkan ada coretan yang menutupi papan nama halte.
Pemandangan serupa juga terjadi di Halte-halte lainnya. Seperti di jembatan penyebrangan halte Dukuh Atas dan halte Pasar Jatinegara. Meski tidak terlalu mencolok, namun coretan tetap membuat kotor.
Coretan umumnya menggunakan pilox atau cat semprot berwarna-warni. Ada juga yang menggunakan spidol dan pulpen.
"Kadang kita cuek juga kalau ada orang jahil. Malas menegur. Padahal ini kan untuk kepentingan semua," tutup Doni.
Tak hanya soal coretan, sejumlah halte juga mulai tidak nyaman untuk dilewati. Di Halte Bidara Cina misalnya, salah satu atap penutup sudah bolong. Belum lagi sampah yang dibiarkan berserakan.
(ape/gah)











































