Ada Pengerjaan Halte, Lalin Kampung Melayu-Pulo Gebang Dialihkan

Ada Pengerjaan Halte, Lalin Kampung Melayu-Pulo Gebang Dialihkan

- detikNews
Kamis, 06 Okt 2011 21:33 WIB
 Ada Pengerjaan Halte, Lalin Kampung Melayu-Pulo Gebang Dialihkan
Jakarta - Pemprov DKI Jakarta akan melakukan pengangkatan semua gelagar Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di sepanjang Kampung Melayu sampai Pulo Gebang. Pengangkatan ini merupakan tahapan yang harus dilakukan sebagai dampak pengerjaan pembangunan busway Koridor XI (Kampung Melayu-Pulo Gebang).

Akibat pengangkatan gelagar-gelagar di setiap JPO, untuk sementara arus lalu lintas di sekitar pengerjaan tersebut akan dialihkan. Pengalihan dimulai sejak 8 Oktober mendatang sampai 20 Oktober.

"Tapi pengalihan arus dimulai sejak pukul 23.00 WIB sampai 04.00 WIB," terang Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Riza Hasyim, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (6/10/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Riza mengatakan, meskipun ada pengalihan arus lalu lintas, dipastikan ke dua arah tidak ditutup secara bersamaan. Karena, pekerjaan pengangkatan gelagar itu sendiri akan dilakukan secara bertahap.

"Pengerjaannya dilakukan secara bertahap dan bergantian. Jadi tidak ditutup dua arah sekaligus," katanya.

Riza menambahkan, pengerjaan pengangkatan gelagar akan dibagi menjadi dua tahapan. Untuk pertama, pengangkatan gelagar JPO akan dimulai di sisi utara baru kemudian sisi selatan. Ketika sisi utara dibangun dan ditutup, para pengguna jalan dipersilakan untuk menggunakan sisi selatan secara contra flow (lawan arah).

"Pada pengangkatan tahap pertama itu, arus lalu lintas dari arah barat (Kampung Melayu) yang menuju arah timur (Pulo Gebang) dialihkan dengan cara contra flow (berlawan arah) sepanjang sisi selatan jalan," jelasnya.

Sementara, ketika pengerjaan untuk sisi selatan, maka arus lalu lintas dari arah timur yang menuju arah barat dialihkan dengan cara contra flow sepanjang sisi utara.

Riza berharap agar para pengguna jalan dapat menyesuaikan perjalanan mereka dengan pengalihan arus lalulintas ini. Riza yakin, pengalihan arus ini tidak akan menyebabkan kemacetan karena hanya dilakukan malam hari.

"Pengendara diimbau mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta petunjuk petugas dilapangan," pesan Riza.

Pembangunan Koridor XI saat ini sudah mencapai 30 persen. Bulan Desember mendatang, ditargetkan pembangunan ini rampung sehingga bisa langsung digunakan masyarakat.

Di Koridor XI ini nantinya akan berdiri 19 halte, yakni halte Walikota Jakarta Timur, Klinik, Teratai Putih, Stasiun Buaran, Bioskop Buaran, kantor PPP, Buaran I, Kampung Sumur, PMI, Mall Klender, SMU 12, Pom Bensin, Taman Cipinang, Migrasi, Pasar Enjo, Flyover Jatinegara, Stasiun Jatinegara, RS Mitra, dan Kampungmelayu. Dari ke-19 halte yang akan dibangun, 18 merupakan halte baru, dan satu halte renovasi.

Busway Koridor XI, direncanakan dibangun sepanjang 20,5 kilometer. Dengan lebar koridor yakni 3,64 meter. Namun tidak semua jalur busway menggunakan sparator, karena lebar jalan yang ada tidak memadai untuk dibuat jalur khusus. Dishub DKI menyediakan 44 bus gandeng untuk operasional koridor XI.




(lia/fjp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads