Kemristek: Indonesia Belum Butuh PLTN Hingga 2020

Kemristek: Indonesia Belum Butuh PLTN Hingga 2020

- detikNews
Kamis, 06 Okt 2011 20:01 WIB
Jakarta - Pembangunan PLTN di Indonesia sampai sekarang ini masih diperdebatkan. Namun, menurut Deputi Bidang Jaringan Iptek Kementrian Negara Riset dan Teknologi (Kemristek), Syamsya Ardisasmita, hingga tahun 2020 Indonesia belum membutuhkan PLTN.

"Saat ini belum perlu, tapi kita terus melakukan riset. Sampai tahun 2020 kita masih menggunakan energi fosil," kata Syamsya, di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jl MH Thamrin, Jakarta, Kamis (6/10/2011).

Syamsya menambahkan, karena tingkat polusi yang cukup tinggi diakibatkan oleh energi fosil, maka mulai tahun 2020 Indonesia harus mengurangi reduksi CO2 hingga 26 persen. Hal tersebut tidak mudah, mengingat Indonesia belum memiliki teknologi yang cukup maju untuk itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Artinya industri kita harus dikurangi. Kita juga mencoba dengan energi yang terbarukan yaitu energi geothermal. Tapi cukup sulit, karena Jepang saja yang negara maju baru bisa memanfaatkan 3 persen saja energi geothermal yang ia miliki," terang Syamsya.

Namun, menurut Syamsya, Indonesia merupakan negara yang cukup maju dalam menerapkan teknologi nulkir. Meskipun pembangunan PLTN sendiri masih mendapat tantangan besar.

"Menurut survei, sebanyak 60 persen masyarakat tidak menyetujui pembangunan PLTN. Tapi kami akan terus melakukan sosialisasi pengetahuan tentang nuklir," tuturnya.




(fjp/van)


Berita Terkait