"Kalau dilihat dari kinerjanya, saya kira 10 menteri perlu direshuffle. Tapi saya tidak melihat kemungkinan itu dilakukan. Saya rasa SBY akan tetap mempertahankan kabinet politik. Jadi tidak usah terlalu berharap banyak," kata Manager Public Affairs Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (6/10/2011).
Dia menambahkan, kemungkinan SBY hanya melakukan tambal sulam di Kabinet Indonesia Bersatu II. Karena itu, meskipun ada menteri yang berkinerja buruk tapi cantolan politiknya kuat maka akan tetap dipertahankan demi keberlanjutan pemerintahan.
"Reshuffle kalau pertimbangannya politis, maka dasarnya bisa matematika politis dan loyalitas politis," sambung Burhanuddin.
Terkait PKS yang percaya diri merasa aman dari rehuffle lantaran punya kontrak khusus dengan SBY, Burhanuddin tidak yakin. Jika SBY gamang mereshuffle menteri asal PKS, hal itu dikarenakan kekhawatiran SBY akan semakin solidnya pendukung PKS.
"Kebanyakan pendukung PKS adalah dari kelas menengah terdidik. Kalau direshuffle semua menterinya dan diganti dari partai lain maka akan semakin membuat solid pendukungnya. Itu akan menambah amunisi gerakan ekstraparlementer baik di dalam maupun di luar DPR," tuturnya.
Kalau pertimbangan matematika politis yang diusung, maka dilihat jumlah kursi anggota Dewan untuk partai tersebut. Faktanya, jumlah kursi PKS sedikit di atas PAN. Sedangkan di kabinet terdapat 4 menteri asal PKS dan 3 menteri asal PAN. Namun jika dilihat loyalitas politiknya, jelas berbeda loyalitas kedua partai.
"Mungkin kalau pun reshuffle, PKS akan relatif aman. Meski ada kemungkinan jumlah menterinya dikurangi untuk diberikan kepada yang lebih setia. Tapi kita lihat saja," ucap Burhanuddin.
Staf khusus bidang politik Daniel Sparringa mengatakan, Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono menghabiskan paruh pekan ini untuk berbicara secara intensif dan eksklusif terkait reshuffle. Proses pembicaraan terisolasi dan steril dari intervensi apa pun. Tidak heran selama 2 hari terakhir SBY berkantor di kediamannya di Cikeas, Bogor.
Daniel mengatakan, SBY dan Boediono berbicara 4 mata untuk menentukan pilihan-pilihan terbaik di proses reshuffle. Dalam pertemuan ini pertimbangannya adalah rasionalitas.
(vit/nwk)











































