"Kalau dengan Yayasan New7Wonders, saya tidak setuju. Sudah end-lah. Sudah putus hubungan," kata Menbudpar Jero Wacik saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (6/10/2011).
Wacik menyebut, keputusan pemerintah untuk menarik keikutsertaan Pulau Komodo dari New7Wonders sudah masuk akal. Menengok ke belakang, menteri asal Partai Demokrat ini mengatakan, Indonesia menjadi peserta New7Wonders bersama obyek wisata di dunia lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yayasan itu ngarang-ngarang. Bilangnya nomor 7, bilangnya nomor 14. Terus saya tanya angka tidak pernah keluar. Jadi saya merasa dia main-main saja, suka-suka dia. Terus saya mulai curiga," ucap anggota Dewan Kehormatan PD ini.
Menurut Wacik, kecurigaan dia semakin bertambah ketika New7Wonders meminta uang kepada pemerintah RI dalam jumlah yang sangat banyak. Karena itu, ia langsung mengutus pengacara Todung Mulya Lubis untuk mengecek keabsahan dari Yayasan New7Wonder yang berpusat di Zurich. Apa hasilnya?
"Ternyata dia (Todung) mengkonfirmasi kepada saya bahwa ini yayasan tidak benar," kata Wacik.
Wacik bercerita, karena tidak mau menjadi tuan rumah (host) pengumuman hasil kontes, New7Wonders sempat mengancam mencoret Pulau Komodo dari daftar finalis. Kegusaraannya pun makin menjadi-jadi. Wacik merasa tersinggung. Maka, seketika itu, dia memutuskan Pulau Komodo mundur dari ajang New7Wonders itu.
Wacik menolak keras tuduhan pemerintah tidak serius menggarap keikutsertaan Pulau Komodo dalam New7Wonders. "Kita serius sekali. Cuma dengan New7Wonders ngapain serius? Masa mau mengontrakkan bangsa ini kepada yayasan yang kayak begitu?" demikian Wacik.
(irw/nik)
