100 Warga Kulon Progo Keracunan Makanan Suguhan Hajatan
Jumat, 09 Jul 2004 09:43 WIB
Yogyakarta - Diperkirakan lebih dari 100 orang warga Dusun Kaliapak, Desa Banjarsari, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengalami keracunan makanan yang disuguhkan dalam sebuah pesta hajatan. Hingga hari ini, Jumat (9/7/2004), sebanyak 50 warga masih menjalani rawat inap di Puskesmas Samigaluh. Sedang 21 orang lainnya menjalani rawat jalan, dan 30 orang warga sejak Kamis (8/7/2004) malam sudah diperkenankan pulang.Kepala Sub Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo dr Bambang Haryanto ketika dihubungi detikcom, Jumat (9/7/2004) mengatakan semua sampel makanan sudah dikumpulkan untuk diperiksa di laboratoirum kesehatan di Yogyakarta. "Kemungkinan besar makanan yang disajikan tercemar bakteri Salmonela, tapi detailnya nanti saja setelah ada hasil pemeriksaan dari laboratorium," kata Bambang.Awal mula terjadinya keracunan massal yang menimpa warga yang tinggal di kawasan Menoreh Kulon Progo itu, setelah warga di dua desa Banjarsari dan Banjararum menerima nasi berkat (nasi hajatan) penganten yang akan diselenggarakan oleh keluarga Tukiman. Tukiman bersama tetangga sekitar sejak hari Selasa (6/7/2004) kemarin sudah mulai mempersiapkan semua keperluan pernikahan. Pada hari Kamis siang, lebih dari 150 nasi berkat diberikan kepada tetangganya sebagai tanda syukuran sebelum pesta pernikahan yang akan digelar hari ini.Namun pada siang harinya, warga setelah menikmati makanan yang berupa nasi sambal goreng, telur pindang, perkedel, cap cay, acar dll, tiba-tiba merasakan perutnya mual, kepala pusing dan muntah-muntah. Hingga sore hari jumlah warga yang muntah-muntah di rumah semakin banyak. Beberapa warga ada yang langsung diberikan pertolongan dengan diberikan minuman air kelapa hijau. Sedangkan yang semakin parah dan masih muntah-muntah tanpa henti, pusing dan perut mual langsung di bawa ke Puskesmas Samigaluh. Sekitar 15 orang oleh puskemas terpaksa harus diinfus karena kondisi parah dan drop. Semua korban langsung diberikan obat-obatan untuk menghentikan muntah-muntah akibat keracunan.Oleh karena ruangan untuk perawatan di puskesmas tidak cukup terpaksa dirawat di sebuah gedung serbaguna yang ada di sebelahnya. Mereka hanya berbaring diatas tikar sambil ditunggui warga dan kerabatnya. Tukiman sendiri semalam sempat diperiksa dan dimintai keterangan di kantor Polsek Samigaluh.
(gtp/)











































