"Jangan lupa dari LSM garis keras itu sekali-kali taruh saja sebagian jadi juru bicara," ujar Priyo kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (6/10/2011).
Priyo menyebutkan LSM garis keras yang dia maksud adalah Indonesian Corrupution Wacht (ICW). Wakil Ketua DPR ini berharap ada tokoh ICW yang bisa masuk istana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait Reshuffle, Priyo menyerahkan sepenuhnya kepada presiden SBY. Golkar menurutnya tidak akan mencampuri apa yang menjadi hak prerogratif presiden.
"Mengenai reshuffle kami berpandangan Golkar tidak mau ikut campur dalam urusan reshuffle karena itu kewenangan penuh presiden," jelasnya.
(her/gun)











































