Kartu Prabayar Murah Persulit Lacak Pelaku Kejahatan

Kartu Prabayar Murah Persulit Lacak Pelaku Kejahatan

- detikNews
Kamis, 06 Okt 2011 16:06 WIB
Solo - Sekarang ini, kartu SIM ponsel dari berbagai operator di Indonesia dijual dengan sangat murah. Konsumen dengan mudah berganti kartu. Kondisi ini yang dinilai rentan untuk dimanfaatkan pelaku kejahatan.

Direktur Keamanan Informasi Kemeninfo, Bambang Heru Thahjono mengatakan 80 persen pengguna ponsel di Indonesia memakai kartu prabayar. Padahal syarat untuk mengaktifkan nomor prabayar sangat mudah, terutama dalam hal pendaftaran identitas pemegangnya.

"Bukan rahasia umum lagi, operator memang mempersyaratkan memasukkan identitas lengkap dengan alamat. Namun diisi asal-asalan pun sudah diterima. Misalnya hanya dengan menulis nama dengan huruf AAA saja, kartu baru sudah bisa diaktifkan," ujar Bambang saat menjadi pembicara dalam seminar tentang pengamanan internet, di Hotel Best Western Premier, Solo, Kamis (6/10/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kelemahan lain dari prabayar, kata dia, adalah harganya yang murah. Dengan harga yang sangat murah, orang bisa mendapatkan kartu baru.

Dengan demikian orang tidak akan sayang mengganti kartu. Orang yang berniat jahat akan memanfaatkan kelemahan-kelemahan itu untuk menggunakan kartu yang mudah dan murah dioperasikan namun sulit dilacak.

"Para penyidik kita, baik yang di kepolisian maupun di kejaksaan, selalu mengalami kesulitan menghadapi hal-hal seperti ini. Para pelaku kejahatan dengan menggunakan telepon selular merasa dimanjakan dengan kemudahan dan kemurahan itu. Kita harus segera melakukan evaluasi tentang hal ini," ujar Bambang.

(mbr/fay)


Berita Terkait