"Saya kira sebabnya (kepercayaan publik meneurun) adalah hari ke hari persoalan produktifitas rendah. Ribut tapi produkivitasnya rendah. Itu yang saya sebut gaduh tapi tidak solutif," ujar Anis kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (6/10/2011).
Menurut Anis, KPK justru melupakan kasus-kasus besar yang menjadi perhatian publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anis menganggap pimpinan KPK saat ini lebih senang mengomentari hal-hal yang tidak subtansi. Pernyataan Busyro Muqoddas beberapa waktu lalu yang menyoal ide Fahri Hamzah dipandang sebagai sikap yang tidak perlu.
"Apakah Fachri didukung fraksinya atau tidak, itu masalah teknis. Dia sebagai anggota dewan punya hak untuk bicara seperti itu. Di PKS memberikan kebebasan bagi anggotanya untuk berijtihad dan banyak orang setuju," terangnya.
"Kita harus pisahkan semangat anti korupsi dengan lembaganya. Lembaga hanya alat. Pemberantasan korupsi itu misinya. Lembaga yang harus kita evaluasi kinerjanya, efektif atau tidak?" terangnya.
(her/gun)











































