Apes, jalan pintas tersebut berujung pada penipuan. Peristiwa ini dikisahkan beberapa warga yang tinggal di kawasan Otista, tepatnya di Jalan Cipinang Cempedak IV RT 09/ RW 03, Kelurahan Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur. Mereka tertipu mulut manis sang dukun pengganda uang yang menyebabkan puluhan juta rupiah uang mereka raib.
Pasangan suami istri, Jefri dan Emma yang menjadi korban dukun tersebut menceritakan kisah pilunya ini kepada wartawan di Polsektro Jatinegara. Mereka mengaku tertipu oleh seorang warga yang mengontrak tidak jauh dari rumah mereka dan mengaku memiliki banyak nama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada petugas, dia mengaku uangnya Rp 30 juta raib dibawa sang dukun. Bukan hanya dia, beberapa tetangganya juga terkena bujuk rayu pelaku.
"Yang kena rata-rata jumlahnya besar semua, ada yang kena Rp 50 juta, Rp 20 juta, ada juga yang Rp 30 juta," tuturnya.
Lebih jauh Jefri menceritakan, kepada warga sekitar, pelaku mengaku dirinya adalah orang pintar dan memiliki ilmu tinggi untuk menggandakan uang.
"Misalnya saya serahin Rp 30 juta bisa jadi Rp 60 juta," katanya.
Dalam setiap aksinya, pelaku tidak memberikan kepastian kapan uang yang sudah diserahkan bisa berlipat ganda. Warga mulai curiga setelah 4 bulan berlalu tidak ada kabar dari pelaku mengenai nasib uang yang akan dilipatgandakan.
"Tapi kita akhirnya sadar kena tipu. Sudah empat bulan kok enggak ada kabarnya," keluh Jefri.
Di tempat yang sama, istri Jefri, Emma mengaku khilaf lantaran menyerahkan uang sebanyak itu pada si pelaku. Mendengar kemampuan pelaku, Emma merasa tergiur.
"Namanya juga khilaf, siapa yang tidak tergiur uangnya bisa berlipat. Gayus Tambunan saja bisa kena tipu," katanya saat disinggung mengapa begitu mudahnya menyerahkan uang dengan jumlah besar kepada pelaku.
Emma menambahkan, korban yang lain masih enggan melapor ke polisi karena masih percaya dengan pengakuan tersangka yang berilmu tinggi.
(lia/vit)










































