Menkominfo: Ada SMS Jangan Yes, Yes, Yes Saja

Pencurian Pulsa

Menkominfo: Ada SMS Jangan Yes, Yes, Yes Saja

- detikNews
Kamis, 06 Okt 2011 14:29 WIB
Jakarta - Praktik pencurian pulsa juga terjadi akibat kekurangwaspadaan pelanggan telepon selular. Para pengguna ponsel diimbau agar tidak mudah memberikan respon terhadap SMS berbau penipuan dan pencurian pulsa yang masuk ke handphone.

"Jadi masyarakat diminta tidak mudah merespon. Ada sesuatu jangan 'yes, yes, yes' saja gitu lho maksudnya," kata Menkominfo Tifatul Sembiring usai mengikuti rapat Tindak Lanjut Indonesia sebagai Ketua ASEAN di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (6/10/2011).

Menurut Tifatul, pengguna ponsel juga sering lupa cara memutus registrasi layanan yang diberikan content provider melalui SMS. Sehingga layanan content provider akan terus masuk ke handphone dan menyedot pulsa pelanggan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Reg dan unreg. Kadang-kadang unreg diberikan di depan pas mau unreg udah lupa, udah ke-delete sama mereka, sehingga tidak bisa lagi unreg," cetus politikus PKS ini.

Tifatul menjelaskan, Rabu (5/10), kemarin, pihaknya telah bertemu dengan 10 operator ponsel untuk menghentikan layanan yang dicurigai menyedot pulsa secara ilegal. Dalam pertemuan itu, diketahui bahwa content provider penyedot pulsa mayoritas memiliki 4 digit nomor.

"Nomornya empat karakter. ABCD lah saya sebut begitu. Kalau 08xxxxx yang panjang itu bisanya melakukan penipuan. Tapi sekali lagi itu seringkali berganti nomor kalau yang empat karakter itu lebih mudah diputus," cetus Tifatul.

Ia menambahkan, bekerja sama dengan operator, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) sejak Juli yang lalu telah mem-blacklist 60 content provider nakal. Content provider yang di-blacklist tersebut tidak boleh lagi menjalin bisnis dengan operator.

Untuk antisipasi ke depan, Tifatul mengatakan, "Kita tetap pada pengaduan. SMS sehari di Indonesia mencapai 1 miliar lebih. Kita tidak bisa jaga itu," ucapnya.

(irw/gun)


Berita Terkait