Melihat Tradisi Melepas Calon Jamaah Haji di Cape Town

Laporan dari Afsel

Melihat Tradisi Melepas Calon Jamaah Haji di Cape Town

- detikNews
Kamis, 06 Okt 2011 14:00 WIB
Melihat Tradisi Melepas Calon Jamaah Haji di Cape Town
Cape Town - Seperti halnya di Indonesia, pemberangkatan calon jamaah haji di Afrika Selatan (Afsel) merupakan momen yang mengharukan. Keluarga berkumpul, makanan dihidangkan, dan doa dipanjatkan. Ketika calon jamaah keluar dari pintu rumahnya, azan pun dikumandangkan.

Ketika musim haji tiba seperti masa sekarang ini, maka kegiatan pelepasan jamaah haji menjadi sesuatu yang rutin dari rumah ke rumah. Mereka yang berangkat membuat seremoni kecil, menelpon sanak-saudara, memberi tahu akan berangkat haji, dan mengundang datang ke rumah, sekadar bercengkerama sebelum keberangkatan.

Hal itulah yang dilakukan pasangan suami istri Abdul Karim dan Rukayah, warga Surrey Estate, Cape Town, Afrika Selatan. Malam sebelum keberangkatan, puluhan anggota keluarga, kerabat, maupun kawan satu masjid, datang untuk memberikan ucapan selamat. Panganan ringan berupa kue, berupa roti, kacang, manisan hingga permen. Detikcom, berkesempatan mengikuti momen yang berlangsung penuh rasa kekeluargaan ini, Rabu (5/10/2011) malam waktu setempat atau Kamis (6/10/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk minuman, ada pilihan antara teh atau kopi, dan akan disajikan panas. Malam hari di bulan Oktober, suhu bisa drop ke angka 10 derajat celcius, jadi segala minuman lebih bagus dihidangkan panas. Karena cuaca yang dingin itu pula, maka tamu yang datang biasanya tak melepas alas kaki. Dingin menyengat.

Ketika berpamitan pulang, tamu-tamu tersebut akan menyalamkan uang untuk calon haji, sebentuk dukungan walau yang akan berangkat tergolong keluarga mampu. Lantas besok mereka datang lagi sebelum calon jamaah berangkat menuju bandara. Tapi, tidak ada lagi sajian makan dan minum untuk tamu dan tak tepat waktu lagi jika ingin menyalamkan uang.

Satu jam sebelum berangkat, mereka sama-sama berdiri untuk membacakan doa-doa. Pengecualian terhadap orang-orang tua yang diberikan keleluasaan duduk di kursi. Sambil berdiri, ayat-ayat Al Quran dibaca bersama dalam irama seperti kasidahan. Seterusnya nasihat disampaikan imam, yakni imam dari masjid yang berada di sekitar rumah Abdul Karim. Ceramah yang singkat, tak lebih dari lima menit dan langsung pada pokok persoalan tentang larangan selama berhaji dan manfaat berhaji. Berikutnya lagi, doa dibacakan secara bergantian oleh beberapa orang.

Sepanjang seremoni pelepasan haji itu, Abdul Karim (36) terlihat memeluk kedua anak perempuannya. Rasa haru tergambar dari air mata yang terus mengalir, padahal bagi Abdul Karim ini merupakan keberangkatan haji yang ketiga kalinya, sedangkan bagi Rukayah, ini merupakan keberangkatan haji yang pertama.

Setelah doa usai, dikumandangkan azan untuk melepas calon jamaah. Abdul Karim pun melangkah menuju mobil, menuju Cape Town International Airport, yang berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat kota. Menurut Adam Philander, salah seorang imam masjid di Cape Town, secara umum tradisi melepas haji yang ada di Afrika Selatan dan Indonesia relatif sama.

"Sama seperti di Indonesia, sebelum berangkat haji calon haji meminta maaf pada orang-orang atas semua kesalahan, seterusnya berangkat, nanti pulang disambut lagi dan mereka akan bicarakan pengalamannya selama berhaji," kata Adam di Cape Town.

Hanya saja kata Adam, di Indonesia urusan haji ditangani pemerintah sehingga segala sesuatunya menjadi lebih mudah dan juga lebih murah karena ada anggaran pemerintah untuk itu. Di Afsel, calon jamaah haji harus berurusan dengan agen travel jika ingin berhaji, nantinya gabungan travel itu yang berembuk untuk memberangkatkan jamaah dalam beberapa kali penerbangan dan mengurus pemondokan.

"Dalam hal ini, jamaah haji Indonesia lebih beruntung. Selain itu, kuota haji untuk Afrika Selatan juga sedikit hanya sekitar tiga ribuan. Indonesia lebih banyak karena merupakan negara Islam terbesar di dunia," kata Adam yang sudah beberapa kali datang ke Indonesia.

(rul/fay)


Berita Terkait