"Kalau kita buat peta di Indonesia ada bulatan Cirebon, bulatan Solo, bulatan Medan, bulatan Ambon, kemudian pada bulatan-bulatan itu kita isi nama-nama, masih ada nama-nama yang doubel, ada di sini, ada di sini, ada di sana," kata Kepala BNPT Ansyaad Mbai usai diskusi hasil survei nasional Indeks Kerentanan Terhadap Radikalisme Sosial Keagamaan di Jakarta Media Centre, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Rabu, (5/10/2011).
Ansyaad menjelaskan, belasan kelompok radikal juga masih ada dan mengancam Indonesia. Mereka berasal dari semua jaringan antara lain jaringan Cirebon, Solo, Ambon, dan Poso iyu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ansyaad seluruh aksi teroris di Indonesia itu berkaitan. "Mereka satu jaringan, satu ideologi, satu strategi, tokohnya itu-itu juga, sama dan berkaitan," tuturnya.
(asp/ndr)











































