"Bahwa alutsista yang sekarang sudah ada sudah terlalu kuno untuk negara sebesar Indonesia," ujar Priyo kepada wartawan di gedung DPR Jakarta, Rabu (5/10/2011).
Menurut Priyo, DPR akan menyetujui penambahan anggaran untuk TNI. Hal ini agar Alutsista TNI tidak kalah dengan negara-negara tetangga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Priyo mengatakan, rencana penambahan anggaran untuk TNI sudah dibicarakan antara Komisi I dengan pimpinan DPR. Namun penambahan anggaran itu harus diprioritaskan untuk alutsista.
"Ada titik rawan yang kita ingin Menteri Pertahanan dan Mabes untuk profesional memilih kualifikasi alat-alat yang sangat dibutuhkan. Jangan sampai rencana penambahan anggaran sia-sia," terangnya.
Namun Priyo juga memberi syarat lain, Alutsista yang dibeli harus merupakan produksi dalam negeri. Dalam hal ini PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia atau PT PAL.
"Sudah ada kesepakatan Komisi I dan Pimpinan DPR, yaitu utamakan produk dalam negeri. Produk kita dilirik negara lain, tapi militer kita menengok saja tidak. Ini salah kaprah. Kalau tidak, penambahan anggaran bisa kita batalkan," ancam Priyo.
(her/gun)











































