"Terorisme itu sulit diukur. Meledak sedikit saja dampaknya besar. Kemarin yang mati cuma satu, yang bawa bom itu sendiri. Coba bandingkan sama kecelakaan bus yang menewaskan puluhan orang, dampaknya besaran mana?" ujar Ansyaad.
Hal ini disampaikan usai diskusi hasil survei nasional Indeks Kerentanan Terhadap Radikalisme Sosial Keagamaan di Jakarta Media Centre, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Rabu, (5/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahu dari mana orang-orang itu kalau RUU Intelejen melanggar demokrasi? RUU Intelijen kan untuk menjamin keamanan, dan keamanan untuk menjamin demokrasi," imbuhnya.
Ansyaad menambahkan saat ini BNPT mempunyai 51 kegiatan untuk pencegahan terorisme. 25 organisasi pun telah bermitra dengan BNPT untuk pencegahan radikalisasi. "Kalau detil programnya seperti apa, saya harus lihat dulu. Banyak programnya," ucapnya.
(asp/ndr)











































