Tawuran yang melibatkan puluhan pelajar dari dua sekolah ini terjadi pada Rabu (5/10/2011) sekitar pukul 13.30 WIB.
Dalam aksi tersebut, metromini yang disopiri Ridwan dan tengah terparkir di depan rumah makan terkena lemparan batu pada kaca bagian belakang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ridwan menceritakan, para pelajar melengkapi berbagai senjata untuk tawuran, mulai dari tongkat bambu, gear yang dililit tali, bahkan samurai. "Warga sudah resah karena tawuran pelajar di sana," ujarnya.
Warga yang ada di sekitar kejadian langsung mengejar kedua kelompok pelajar yang terlibat tawuran. 6 Pelajar dari kedua pihak yang terlibat tawuran digiring ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.
Satu dari lima pelajar yang tertangkap, Ai (17), membantah bila kelompok sekolahnya yang tengah menumpang patas jurusan Kampung Melayu-Pasar Rebo terlibat tawuran.
Menurut dia, kelompoknya yang menjadi sasaran sekolah lain ketika melintas Jl Otista Raya, tidak jauh dari terminal Kampung Melayu.
"Waktu kita di bus patas, ada duapuluhan anak sekolah lain yang tiba-tiba ngelempar batu dan pake gir motor," ujarnya.
Rekan Ai, Af (17), robek di dahi kanannya akibat ayunan gir kelompok sekolah lainnya. Pelajar yang diserang rupanya memilih meninggalkan bus dan berlari ke arah Tebet.
(ahy/aan)










































