"Aceh menempati puncak tertinggi dengan indeks 56,8 disusul Jabar dan Banten yang memiliki indek sama yaitu 46,6. Angka tersebut berarti bahwa radikalisme dan terorisme didukung, diterima oleh masyarakat setempat," kata Ketua Lazuardi Birru, Dhyah Madya Ruth.
Hal ini disampaikan dalam diskusi hasil survei nasional Indeks Kerentanan Terhadap Radikalisme Sosial Keagamaan di Jakarta Media Centre, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Rabu, (5/10/2011). Lazuardi Biru dalam situsnya menyebut lahir dari keprihatinan anak negeri atas fenomena kekerasan yang terjadi dengan mengatasnamakan agama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk mencapai titik aman indek 33,3 masih perlu waktu terkait intensitas dan program kontra radikalisme," cetusnya.
Metode penelitian yaitu dengan mengambil sampel basis 1.240 responden yang telah berusia 17 tahun atau telah menikah. Oversampel dilakukan di 9 provinsi masing- masing 400 orang sehingga total 4.840 sampel. Sampel dipilih dengan teknik multistage random sampling dengan margin error +/- 2,8 pada tingkat kepercayaan 95%.
"Dibanding tahun lalu, terjadi penurunan 7 komponen indeks. Namun kami kencatat 3 indeks yang turun yaitu tindakan radikal, dukungan terhadap organisasi radikal dan paham jihad," ungkap Dhyah.
(asp/ndr)










































