"Menurut saya statemen Fahri Hamzah itu menunjukkan kecolongan dalam menciptakan kader yang berkualitas dan berintegritas yang tersermin ketika menyampaikan pesan politik. Padahal katanya PKS itu bersih dan peduli. Seharusnya yang disuarakan adalah nuansa anti korupsi," kata analis politik dari UNDIP, M Yulianto, dalam perbincangan detikcom, Rabu (5/10/2011).
Pernyataan Fahri yang disampaikan di depan forum rapat konsultasi yang dihadiri lembaga penegak hukum pada Senin (3/10) lalu seolah memberi ruang untuk korupsi dan kontraproduktif dengan PKS. Menurut Yulianto, pernyataan Fahri juga memperburuk citra bekas aktivis 98 di mana Fahri pernah bergabung di dalamnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan dibiarkan dengan mengatakan apa yang disampaikan politisi itu adalah pernyataan pribadi dan bukan pernyataan partai, karena jadi tidak bisa dipisahkan antara pernyataan pribadi dengan pernyataan partai, karena partai identik dengan penokohan. Apalagi pernyataan itu disampaikan di depan forum," tutur Yulianto.
Publik kini sedang berharap kejujuran dan masih membutuhkan KPK untuk pemberantasan korupsi. Kalau mau perkuat ikon bersih dan peduli maka harus memperkuat eksistensi KPK di tengah hujatan pada lembaga itu.
"Kalau masih banyak hujatan, maka bantu dengan perbaikan KPK, jangan malah mengusulkan pembubaran," ucap Yulianto.
Sebenarnya FPKS sudah menyatakan sikap atas ide Fahri itu. Ketua Fraksi PKS DPR Mustafa Kamal menegaskan, pihaknya tak akan mengambil ide pembubaran KPK yang diserukan oleh anggotanya yang juga Wakil Ketua Komisi III, Fahri Hamzah. Ide Fahri pun dianggap sebagai pandangan pribadi anggota DPR.
"Jangan pernah lupa ya, bahwa ketika ada pembahasan undang-undang mengenai kewenangan KPK pada waktu itu kita justru yang berada di garis depan, jangan sampai ada pemangkasan kewenangan KPK," tegas Mustafa kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/10/2011).
(vit/ndr)










































