Fahri Terus Suarakan Pembubaran KPK, Busyro: Bismillah

Fahri Terus Suarakan Pembubaran KPK, Busyro: Bismillah

- detikNews
Rabu, 05 Okt 2011 09:09 WIB
Fahri Terus Suarakan Pembubaran KPK, Busyro: Bismillah
Jakarta - Fahri Hamzah mantap suarakan pembubaran KPK. Dia menilai di negara demokrasi tidak ada lembaga superbodi. Nah, Ketua KPK Busyro Muqoddas pun tak mau ambil pusing menanggapi langkah Fahri. KPK terus fokus bekerja.

"Insya Allah, bismillah," kata Busyro saat dihubungi detikcom, Rabu (5/10/2011).

Busyro menegaskan, walau ide pembubaran KPK terus digulirkan Fahri dan juga belakangan mendapatkan dukungan pengacara OC Kaligis, mantan Ketua Komisi Yudisial ini mengaku tetap fokus bekerja bersama pimpinan yang lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya dan kawan-kawan di KPK jalan terus dan terus jalan," tuturnya.

Wacana untuk membubarkan KPK dilontarkan Fahri saat rapat konsultasi DPR, Senin (3/10/2011). Dalam rapat yang dihadiri oleh pimpinan DPR, KPK, Kapolri, dan Jaksa Agung itu, Wasekjen PKS, Fahri Hamzah terang-terangan ingin lembaga anti korupsi itu dibubarkan.

"Pak Busyro kalau ada yang ingin membubarkan KPK, terus terang saja saya yang bicara. Saya tidak percaya dengan lembaga superbodi yang ada di negara demokrasi. Biasanya tidak bisa diawasi," kritik Fahri.

Senada denan Fahri, pengacara kenamaan yang juga kuasa hukum Nazaruddin, OC Kaligis, pun memiliki pemikiran yang sejalan dengan gagasan Fahri.

"Wacana itu jelas layak dipertimbangkan. KPK itu lembaga superbodi yang menyalahgunakan kewenangan superbodinya itu. Sumber koruptor itu di sana," tutur Kaligis dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (4/10).

Sementara FPKS sudah menyatakan sikap atas ide Fahri itu. Ketua Fraksi PKS DPR Mustafa Kamal menegaskan, pihaknya tak akan mengambil ide pembubaran KPK yang diserukan oleh anggotanya yang juga Wakil Ketua Komisi III, Fahri Hamzah. Ide Fahri pun dianggap sebagai pandangan pribadi anggota DPR.

"Jangan pernah lupa ya, bahwa ketika ada pembahasan undang-undang mengenai kewenangan KPK pada waktu itu kita justru yang berada di garis depan, jangan sampai ada pemangkasan kewenangan KPK," tegas Mustafa kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/10/2011).

(ndr/vit)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads