Siang itu sejumlah bus jamaah haji dari embarkasi UPG, yang mendarat di Jeddah, memasuki terminal tersebut. Petugas terminal hijrah lalu memasuki bus. Dia meminta dan menghitung jumlah paspor jamaah yang dibawa sopir bus.
Petugas itu lalu keluar, masuk ke dalam kantor administrasi terminal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dulu, validasi ini makan waktu lama, bisa satu jam. Tentu tidak nyaman, karena jamaah tetap harus duduk manis di bus ditemani sengatan matahari. Tapi berkat inovasi akad elektronik atau sistem komputerisasi, pemeriksaan dokumen jamaah ini menjadi lebih cepat.
"Sekarang hanya 5 sampai 10 menit saja," kata Ramli. Validasi paspor itu juga terkait dengan kontrak pemondokan jamaah selama di Madinah, yang diurusi oleh Muassasah Adilla.
Bila dokumen lengkap, maka paspor dikembalikan lagi ke sopir dan bus bisa meneruskan perjalanan ke Madinah yang berjuluk Kota Nabi.
Ramli menceritakan, selama memantau aktivitas terminal hijrah, ada bus jamaah yang tertahan cukup lama. Penyebabnya, paspor kurang satu. Setelah cek sana cek sini, paspor ternyata terbawa petugas kesehatan kloter.
(nrl/anw)











































