"Sudah ada yang menjanjikan, dari Dinas Sosial dan anggota dewan. Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan," kata Kepala Desa Cidikit M Alib saat dihubungi detikcom, Selasa (4/10/2011).
Madrasah itu dibangun dengan dana seadanya yakni Rp 10 juta sumbangan dari Dinas Sosial dan juga dari iuran warga, 2 tahun lalu. Karena dana seadanya, meski atap genteng dan lantai semen, namun dinding hanya dari bambu, sehingga saat keropos tidak disadari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak disangka pada Senin (3/10) bangunan madarasah roboh. Seorang siswa meninggal dunia karena tertimpa kayu dan belasan luka-luka. Siswa yang tengah menjalani UTS kini menumpang di tempat lain.
"Kita berharap segera dibangun lagi, karena meski di sini umumnya warga menjadi buruh tani, minat untuk sekolah tinggi," tuturnya.
Lokasi tempat madrasah itu di Kampung Tamled itu memang cukup memprihatinkan. Listrik belum masuk ke desa itu, padahal jaraknya tidak sampai 200 km dari Jakarta, yang merupakan pusat pembangunan. Selain itu hanya motor saja yang bisa menembus ke lokasi.
"Mudah-mudahan semua ada hikmahnya," tuturnya.
(ndr/fay)










































