"Madrasah itu dibangun dari dinding dari bambu, atapnya genteng dan lantainya dari semen. Tiba-tiba saja roboh," kata Ketua DPC PKS Bayah, Harun saat dihubungi detikcom, Selasa (4/10/2011).
Siswa yang meninggal dunia yakni Supnia binti Sabna (9). Peristiwa itu terjadi pada Senin (3/10) pukul 14.00 WIB. "Saat itu siswa sedang belajar, sedang melaksanakan UTS," terang Harun yang saat peristiwa terjadi segera menuju lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Madrasah itu dibangun atas swadaya warga desa. Mereka ingin mengenyam pendidikan agama. Desa Cidikit merupakan daerah terisolir yang belum terjangkau listrik. Umumnya warga desa yang berjumlah 700 orang bekerja sebagai buruh tani.
"Saat itu di kelas ada 48 siswa dan guru yang sedang mengajar. Seluruh bangunan yang terdiri dari 2 kelas roboh," terang Harun.
Yang mengkhawatirkan, pembangunan madrasah itu sama sekali tidak mendapat bantuan pemerintah. Jadi hanya swadaya masyarakat. Padahal menurut Harun, di Lebak ada Perda yang menyatakan sekolah madrasah berhak mendapat bantuan.
"Kondisi di madrasah itu jauh dari perhatian pemerintah. Memang desa itu terisolir," terang Harun yang tinggal di Bayah ini.
(ndr/asy)










































