Dalam aksinya, Selasa (4/10/2011), para sopir dan mahasiswa menutup jalan masuk menuju bandara. Akibatnya warga yang hendak masuk ke kompleks bandara harus dialihkan ke jalan alternatif yang berada di samping jalan utama akses masuk bandara.
Saat para sopir mencoba masuk ke dalam kompleks bandara, mereka langsung dihadang oleh puluhan anggota Brimob Polda Sulsel dan anggota Polres Maros, yang memasang barikade di jalan masuk bandara. Massa pengunjuk rasa sempat bersitegang dengan Kapolres Maros, AKBP Ferdinan Pasaribu. Namun aksi ini tak berlangsung lama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar 90 sopir menjadi korban penertiban angkutan liar di sekitar bandara. Mereka keberatan dilarang beroperasi di bandara, padahal mereka telah menyetorkan dana kepada 3 perusahaan mitra PT Angkasa Pura I, yakni BAM, Perusda Maros dan Kareba.
"Tuntutan kami sebenarnya agar para sopir diizinkan beroperasi kembali di sekitar bandara dan kasus pungli tersebut diusut tuntas, termasuk pula kasus pemukulan tiga mahasiswa yang mengadvokasi para sopir," pungkas Rizal.
Setelah menutup jalan sekitar 30 menit di jalan masuk bandara, para demonstran kemudian melanjutkan aksinya di Mapolda Sulselbar, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar.
(mna/nvc)











































