"Ide pembubaran KPK betul-betul merupakan ide konyol, emosional, dan tidak membumi. Memang kita melihat masih ada kelemahan dan kekurangan dari KPK, namun tidak berarti di tengah korupsi yang menggurita ini lembaga tersebut harus dibubarkan," terang Anggota Dewan Pertimbangan Forum Rektor, Edy Suandi Hamid dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Selasa (4/10/2011).
Edy menilai, di mata publik kinerja DPR jauh dari harapan. Sepak terjang anggota DPR pun banyak mendapat sorotan publik, misalnya saja dalam rapat paripurna DPR kerap kali banyak yang membolos.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menilai, bagaimana pun di mata publik, KPK masih jauh di atas DPR, dalam hal kinerja dan kepercayaannya. KPK meski terus diserang DPR tidak perlu mundur dalam penuntasan kasus korupsi.
"Para pimpinan KPK tidak perlu takut atau tunduk atas tekanan DPR yang terkesan panik dan kemudian berupaya menekan balik ke KPK. KPK justru akan dinilai buruk dan akan menurunkan kepercayaan publik kalau tunduk dengan tekanan beberapa pihak di DPR. Mereka justru lebih terhormat walau dikecam DPR dengan tetap mempertahankan integritasnya," terangnya.
Edy yang juga pernah duduk sebagai Ketua Forum Rektor ini berharap tekanan yang datang dari DPR pada KPK tidak membuat loyo. "Namun KPK juga harus memperbaiki berbagai kritik dan kelemahan dan berani melakukan tindakan tegas manakala melihat ada penyimpangan secara internal," tegasnya.
Wacana untuk membubarkan KPK dilontarkan Fahri saat rapat konsultasi DPR, Senin (3/10/2011). Dalam rapat yang dihadiri oleh pimpinan DPR, KPK, Kapolri, dan Jaksa Agung itu, Wasekjen PKS, Fahri Hamzah terang-terangan ingin lembaga anti korupsi itu dibubarkan.
"Pak Busyro kalau ada yang ingin membubarkan KPK, terus terang saja saya yang bicara. Saya tidak percaya dengan lembaga superbodi yang ada di negara demokrasi. Biasanya tidak bisa diawasi," kritik Fahri.
(ndr/asy)











































