Menhub: Pilot Pesawat Perintis Tak Usah Dengarkan Penumpang

Menhub: Pilot Pesawat Perintis Tak Usah Dengarkan Penumpang

- detikNews
Selasa, 04 Okt 2011 14:01 WIB
Menhub: Pilot Pesawat Perintis Tak Usah Dengarkan Penumpang
Jakarta - Pilot pesawat perintis harus berani mengambil keputusan untuk membatalkan atau menunda penerbangan bila cuaca tidak memungkinkan. Pilot tidak perlu mendengarkan desakan penumpang yang ingin pesawat tetap terbang dalam cuaca buruk.

"Kalau cuaca jelek, dia harus memutuskan untuk tidak terbang. Memang nanti masyarakat komplain, 'Wah kan selama ini terbang tidak ada masalah, jalur yang biasa untuk terbang. Pilot yang lain bisa kok kamu nggak bisa?' Nggak usah didengar," ujar Menteri Perhubungan Freddy Numbery.

Hal itu dikatakan Freddy di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (4/10/2011). Freddy ditanya tentang evaluasi penerbangan perintis menyusul terjadinya kecelakaan pesawat Cassa 212 di bukit Hulusekelem, Bahorok, Langkat, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Freddy mengatakan, pilot pesawat jenis perintis harus berani membatalkan penerbangan bila cuaca tidak memungkinkan secara visual. Apalagi, bila pesawat tidak dilengkapi dengan peralatan atau perlengkapan yang membantu. Kekurangan peralatan sangat membahayakan keselamatan penerbangan.

Ia melanjutkan, Kemenhub akan mengevaluasi pilot-pilot pesawat perintis. Mereka juga akan diberi pelatihan lagi guna mengurangi risiko terjadinya kecelakaan pesawat.

"Prinsip bahwa pilot-pilot itu harus kita simulasi kembali, latihan lagi," kata menteri asal Partai Demokrat ini.

Menurut Freddy, evaluasi itu juga akan menyentuh jalur pesawat perintis di daerah-daerah yang sangat kritis. Dijelaskan dia, jalur perintis perlu diubah supaya insiden kecelakaan dapat dihindari. Demikian pula terhadap pesawat itu sendiri, pesawat harus betul-betul dicek kesiapannya sebelum take off.

"Banyak yang kasih saran pakai GPS. Memang ke depan perlu kita melengkapi mereka dengan data-data, kelengkapan komunikasi atau instrumen yang baik, sehingga mudah-mudahan tidak terjadi lagi kecelakaan penerbangan," cetusnya.

(irw/nvc)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads