"Jadi itu tidak benar, yang mengumpulkan dana," ujar Kadivhumas Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam di kantornya, Jl Trunojoyo, Jaksel, Selasa (5/10/2011).
Anton mengatakan, Polda Jabar memang mengundang Miss Universe dalam acara HUT Bhayangkari. Namun tak ada anggaran khusus yang dialokasikan untuk membayar Miss Universe.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi ada iuran-iuran Pamen untuk menyambut Miss Universe? "Yang harus bayar-bayar, nggak ada," tegasnya.
Pada HL Koran Galamedia Senin (3/10) kemarin, disebutkan jika kedatangan Miss Universe Leila Lopes ke Polda dibayar mahal oleh para perwira menengah Polda Jabar. Mereka harus patungan untuk mengumpulkan dana Rp 750 juta untuk mendatangkan miss universe.
Namun hal itu sudah dibantah oleh Coreta Putut Bayuseno yang menjadi komisaris PT Viseta Global Utama, event organizer (EO). Pihaknya hanya menyediakan dana sekitar Rp 7,5 juta, untuk makan malam saja.
"EO-nya yang cari sponsornya dan kita (Bhayangkari) nggak ada bayar apa pun ke EO. Kita hanya mengeluarkan dana untuk dinner saja," kata Coreta kepada detikcom, Senin (3/9).
(ape/lrn)











































