Golput Massa PKB Surabaya Ikuti Langkah Gus Dur
Kamis, 08 Jul 2004 19:20 WIB
Surabaya - Menurut data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, jumlah pemilih yang tidak mencoblos alias gologan putih (golput) di kota tersebut mencapai lebih dari setengah juta suara. Salah satu pemicunya karena massa PKB tak menggunakan hak pilihnya karena mengikuti langkah Ketua Dewan Syuro PKB Gus Dur yang memilih golput.Demikian dikatakan Ketua Pokja Penghitungan Suara KPU Kota Surabaya, Eko Sasmito, saat ditemui di kantornya, Jl. Adityawarman, Surabaya, Kamis (8/7/2004).Menurut Eko, banyak faktor yang mempengaruhi masyarakat untuk golput. Di antaranya faktor urbanisasi, dimana sebagian besar penduduk Surabaya adalah pendatang yang bekerja di pabrik maupun kantor yang ada di Surabaya. Kemungkinan saat pencoblosan mereka pulang kampung untuk menggunakan hak pilihnya di kampung halaman. Faktor lainnya terkait massa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang pendukungnya cukup berlimpah di Kota Pahlawan. Diperkirakan, banyak warga PKB di Surabaya yang tidak datang ke TPS-TPS karena mengikuti jejak Gus Dur yang memilih golput.Dari pantauan detikcom, di Surabaya terdapat 7 kecamatan yang merupakan basis massa PKB. Hal itu terbukti karena pada pemilu legislatif lalu PKB menjadi jawaran di 7 kecamatan tersebut. Namun pada pemilihan presiden dan wapres 5 Juli lalu, justru suara PKB di 7 kecamatan itu beralih ke pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla. "Saya tidak datang ke TPS, soalnya calon presiden saya Gus Dur tidak ikut. Jadi saya golput saja," kata Mustofa, warga Semampir, Surabaya, mantap.Lain lagi dengan Sony, salah seorang mahasiswa yang tinggal di Nginden, mengatakan dirinya golput karena tidak ada pasangan yang memikat hatinya. "Saya tidak punya pilihan untuk menentukan siapa yang harus saya pilih karena semua calon presiden tidak ada yang mempunyai kredibilitas yang baik," tuturnya.Hingga pukul 15.00 WIB, Kamis (8/7/2004), hasil perolehan suara sementara diSurabaya menunjukkan urutan pertama tetap dipegang pasangan Megawati-Hasyim Muzadi dengan perolehan suara 495.526 suara, disusul SBY-Kalla 444.229 suara, Amien-Siswono 209.111 suara, Wiranto-Wahid 179.773 dan juru kunci pasangan Hamzah-Agum dengan perolehan 11.955 suara.
(ani/)











































