Kotak Hitam Cassa 212 Dibawa ke Jakarta, KNKT Masih Kumpulkan Data

Kotak Hitam Cassa 212 Dibawa ke Jakarta, KNKT Masih Kumpulkan Data

- detikNews
Selasa, 04 Okt 2011 11:12 WIB
Kotak Hitam Cassa 212 Dibawa ke Jakarta, KNKT Masih Kumpulkan Data
Jakarta - Penyebab kecelakaan pesawat Cassa 212 yang jatuh di bukit Hulusekelem, Bahorok, Langkat, Sumatera Utara didalami Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Kotak hitam pesawat naas itu sudah dibawa ke Jakarta. Namun petugas KNKT masih bertahan di Sumut guna melengkapi data untuk investigasi.

"Semalam sudah di lab KNKT di Jakarta. Tapi kami masih di Sumut, masih kumpulkan dan olah data. Ada data dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) dan beberapa dari air traffic control (ATC)," kata Ketua Sub Komite Kecelakaan Transportasi Udara KNKT Masruri kepada detikcom, Selasa (4/10/2011).

Sesuai aturan International Civil Aviation Organization, ada empat tahapan investigasi yang dilakukan KNKT, yakni mengumpulkan fakta awal, membuat elementary report, menyusun draf final report, dan menyusun final report.

"Untuk sampai final report, waktu yang diberikan satu tahun, tapi tidak menutup kemungkinan bisa selesai lebih cepat. Kalau cepat ya cepat, buat apa kita berlama-lama," sambung Masruri.

Kondisi fisik kotak hitam pesawat naas itu baik. KNKT berharap isinya pun dalam keadaan baik sehingga secepatnya bisa dianalisa.

"Nanti baru di lab tahu apa saja percakapannya dan yang lainnya. Kita akan analisa ini sendiri, mudah-mudahan semua bisa kita lakukan. Kalau memungkinkan ada rekomendasi segera akan kita keluarkan. Tapi kalau banyak yang harus didata ya agak lama," tutur Masruri.

Dia mengatakan, KNKT tidak ingin berlama-lama dalam menganalisa penyebab kecelakaan pesawat tersebut. Namun tentu saja analisa tidak semudah membalik telapak tangan. Masruri pun enggan membeberkan dugaan sementara yang menyebabkan pesawat itu jatuh.

"Kami bukan penyimpul sementara. Mari kita sama-sama tunggu pemeriksaan di lab dan pengolahan data," ucapnya.

Pesawat Cassa 212-200 milik Nusantara Buana Air jatuh pada 29 September lalu. Diduga akibat cuaca buruk, pilot menerbangkan pesawat dengan rendah. 18 Orang yang ada di pesawat tersebut semuanya tewas di kursinya masing-masing. Proses evakuasi korban sebelumnya sempat terhambat akibat buruknya cuaca dan terjalnya medan.

(vit/fay)


Berita Terkait