"Kapolri atau Ibu ketua Bhayangkari perlu melakukan koreksi kepada Kapolda atau Ibu Kapolda. Bisa dengan menegur, memanggil dan mengarahkan yang baik bagaimana memperingati HUT," ujar pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar saat dihubungi detikcom, Selasa (4/10/2011).
Bambang mengatakan, jika ini terus dibiarkan, peristiwa seperti ini bisa saja terjadi di Polda-polda lainnya. Acara HUT Bhayangkari bisa diisi dengan acara-acara yang punya manfaat bagi masyarakat seperti kegiatan sosial memanggil anak yatim piatu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Bambang, pemanggilan Miss Universe tidak sesuai dengan bidang pekerjaan Polri. Harusnya yang dipanggil adalah orang-orang yang bisa memberikan motivasi kepada anggota Polri dan Ibu Bhayangkari.
"Lebih baik mengumpulkan duit segitu untuk membantu lingkungan polisi di lapisan bawah. Yang Brigadir itu masih kekurangan. Lebih baik buat sekolah anak-anak mereka (duitnya)," ungkapnya.
Pada HL Koran Galamedia Senin (3/10) kemarin, disebutkan jika kedatangan Miss Universe Leila Lopes ke Polda dibayar mahal oleh para perwira menengah Polda Jabar. Mereka harus patungan untuk mengumpulkan dana Rp 750 juta untuk mendatangkan miss universe.
Pihak Bhayangkari Polda Jabar menjelaskan bahwa kedatangan Miss Universe hanya makan malam saja. Uang yang mesti dibayar kepada pihak Miss Universe pun disebutkan dibayari sponsor, bukan saweran para perwira Polda.
(gus/asy)











































