Nabiel Makarim: Mosi LSM Sarat Muatan Politik
Kamis, 08 Jul 2004 18:39 WIB
Jakarta -
Menteri Negara Lingkungan Hidup Nabiel Makarim menilai mosi tidak percaya sejumlah LSM yang ditujukan pada kinerja kepemimpinannya dalam menangani masalah lingkungan hidup penuh kebohongan dan sarat muatan politik."Itu suatu kebohongan karena tidak sesuai dengan fakta, salah satu contohnya dalam mosi tersebut terdapat tulisan KLH mendesak Depperindag untuk membuka kran ekspor pasir laut dengan alasan ekspor tersebut tidak membahayakan lingkungan yang ada. Saya tidak pernah mengeluarkan pernyatan seperti itu. Dirjen Perdagangan Luar Negeri Sudar SA juga telah membantah," ungkap Meneg LH Nabiel Makarim di kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Jalan DI Panjaitan, Jakarta, Kamis (8/7/2004).Kedua, pernyataan mengenai AS telah melarang penerapan Sukmarine Tailing Disposal (STD) karena mencemari lingkungan. "Saya sudah mengecek dan ternyata di AS tidak ada peraturan seperti itu," tandasnya.Menurut dia, STD sudah ada dan diatur dalam peraturan. "Jadi tidak melanggar hukum kalau pelaksanaannya benar," imbuhnya.Lebih lanjut, kata Nabiel, mosi LSM sarat muatan politik. "Dalam mosi tesebut terdapat imbauan kepada capres untuk tidak memilih saya sebagai kandidat menteri apapun dalam kabinet yang baru nanti," kata Nabiel."Saya tidak akan mengajukan ke pengadilan. Saya harap Walhi, JATAM dan Elsam kembali ke wilayah lingkungan dan jangan masuk ke wilayah politik. Nanti kredibilitasnya rusak," demikian Nabiel.Sejumlah LSM menyatakan mosi tidak percaya atas kinerja kepemimpinan Nabiel Makarim selaku Menteri Lingkungan Hidup (LH). Karena banyak kasus-kasus pengrusakan dan pencemaran lingkungan yang tidak ditangani dan ini menunjukkan Kementrian Lingkungan hidup gagal menyelamatkan kelestarian lingkungan.
(aan/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































