Kendati banyak yang mau menjadi sponsor EO-nya dalam rangka kedatangan Miss Universe ini, namun pihaknya selektif menerima pinangan-pinangan pihak sponsor.
"Jujur, banyak yang mau sponsorin kita. Tapi saya lihat dulu, apa ada kepentingan atau tidak. Kalau ada kepentingan, saya nggak mau. Dan acara kita ini juga tidak mencari keuntungan, hanya charity," ujar Coreta ketika dikonfirmasi detikcom, Senin (3/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi begini, sebelum kita selenggarakan event, yang mau membantu itu sudah ada, termasuk dari Yayasan Puteri Indonesia dan Mustika Ratu juga yang mendukung untuk make up. Jadi bukan mencari sponsor, terus kasih proposal, justru mereka yang tawarkan ke kita. Kita terima bersih, tinggal menyelenggarakan saja. Jadi nggak ada itu minta-minta urunan ke Polda," jelas Coreta, yang dalam blognya menuliskan profesinya sebagai penyiar senior TVRI ini.
Coreta juga menegaskan, dirinya tak terlibat teknis pencarian sponsor. Sebagai Komut, dia tak mengizinkan PT Viseta mencari sponsor ke Polda.
"Saya nggak tahu, karena saya tidak terlibat di situ. Saya katakan ke mereka, tidak boleh ada yang minta sumbangan ke Polda. Dan kalau pun ada yang sponsorin saya lihat-lihat dulu, nggak mau sembarangan terima. Jangan sampai bermasalah. Ngasihnya nggak seberapa, tapi di belakang ngomongnya kayak apa," jawab Coreta.
Sebelumnya dikabarkan kedatangan Miss Universe Leila Lopez ke Polda dibayar mahal oleh para perwira menengah Polda Jabar. Mereka harus patungan untuk mengumpulkan dana Rp 750 juta untuk mendatangkan Miss Universe.
(nwk/mok)










































