HMI Keberatan Penghitungan Suara Lewat TI Dihentikan
Kamis, 08 Jul 2004 18:00 WIB
Jakarta -
PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) keberatan penghitungan suara melalui teknologi informasi (TI) dihentikan seperti permintaan sejumlah tim sukses capres. Kalau dihentikan justru berpeluang menimbulkan kecurangan.Demikian disampaikan Ketua Umum PBHI, Hasanudin dalam jumpa pers di Sekretariat PBHMI, Jl. Diponegoro nomor 16, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (8/7/2004). "Kalau dihentikan justru banyak hal yang tak bisa dipantau publik karena dengan adanya TI justru masyakat terbantu mengetahui informasi," kata Hasanudin.Mengenai kericuhan dalam penghitungan suara akibat telatnya surat edaran KPU yang mensahkan surat suara dalam lipatan, HMI menilai itu hanya kesalahan teknis. "Memang itu menunjukkan proses sosialisasi kurang berhasil. Tapi kita harus lihat bahwa masyarakat sudah antusias datang ke TPS. Itu hanya kesalahan teknis bukan subtantif," katanya.HMI lantas meminta KPU memperbaiki kinerjanya dalam Pemilu Presiden putaran kedua. Jangan sampai ada polemik terulang akibat kinerja KPU yang masih buruk.HMI juga meminta capres-cawapres peserta Pilpres untuk mentaati prasasti siap kalah dan siap menang. "Meski kecenderungan publik masih normal, tapi kami khawatir ada sikap ketidakpuasan dari yang kalah akan muncul. Kami minta pasangan yang tidak lolos bertanggungjawab terhadap konstituennya," ujar Hasanudin.
(iy/)










































