"Alasan mereka klasik. Tidak bawa surat pindah, lah. Lupa, lah," terang Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta, Purba Hutapea, dalam jumpa pers di Gedung Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (3/10/2011).
Selain lupa, penduduk Jakarta yang turut terjaring juga mengaku tidak sempat mengurus perpanjangan KTP ke kelurahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Purba mengatakan, OYK ini sebenarnya cukup ampuh mencegah pendatang baru. Hanya saja, karena padatnya penduduk di wilayah Jakarta menjadi penyebab sulitnya operasi ini dilakukan.
"Tata ruang juga sulit diatur," kata Purba.
Meski begitu, Purba mengaku operasi seperti itu juga akan membuat pendatang baru, lebih tepatnya menjadi shock therapy. Dia juga yakin operasi ini disambut positif karena menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
"Itu membuktikan bukan hanya kelompok marginal saja yang diberlakukan OYK ini, tetapi juga pendatang yang berada di apartemen," jelas Purba.
Seperti diketahui, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI baru saja melakukan OYK. Pada putaran pertama kemarin, 725 warga tanpa identitas jelas terjaring.
OYK putaran kedua kembali akan diadakan pada tanggal 13 Oktober mendatang. Berapa target yang terjaring, Purba belum bisa memastikan. Yang jelas menurutnya, waktu OYK akan dilakukan siang hari.
"Nanti kalau ditargetkan 20 ribu orang, bingung juga aplikasinya di lapangan. Personelnya atau tenaga orang yang merazia baik dari Disdukcapil, Jaksa, dan Hakim, jumlahnya sedikit. Dan untuk efektivitas operasi putaran ke dua akan kita lakukan siang hari," tandas Purba.
(lia/mok)











































