Din Syamsuddin Jebak Penipu Mengaku Anggota Polri

Din Syamsuddin Jebak Penipu Mengaku Anggota Polri

- detikNews
Senin, 03 Okt 2011 17:08 WIB
Din Syamsuddin Jebak Penipu Mengaku Anggota Polri
Jakarta - Modus penipuan mengatasnamakan sanak keluarga yang tengah kesusahan kemudian meminta sejumlah uang sudah sering terjadi. Ada yang mengaku sanak keluarga sakit hingga ditangkap polisi. Seperti yang dialami Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin.

Din mengisahkan upaya penipuan tersebut berawal dari 2 Oktober 2011, pukul 02.00 WIB. Kala itu, istri din menerima telepon dari nomor tak dikenal. Saat diangkat, ada suara perempuan di balik telepon yang menangis terseduh-seduh.

"Istri saya kan takut. Terus diberikan ke saya. Saya sempat dengar suara tangisan perempuan itu. Kemudian ada laki-laki yang berbicara," ujar Din saat dihubungi detikcom, Senin (3/10/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat diangkat oleh Din, pria yang ada di balik telepon tersebut mengaku bernama Aiptu Reza. Saat itu Reza masih terus menanyakan siapa identitas Din. Namun Din enggan menyebutkan namanya. Din kembali mempertanyakan maksud dan tujuan Reza menelepon istrinya di tengah malam. Reza kemudian menjelaskan kalau putri Din ditangkap atas kepemilikan obat-obat terlarang.

"Dia nanya, ini siapa? Saya tanya lagi ini siapa mau bicara dengan siapa. Dia bilang ini Aiptu Reza. Ini ada putri Bapak di sini. Saya bilang saya nggak punya putri," ujar Din.

Saat itu juga, Din merasa orang tersebut hendak berupaya melakukan penipuan. Kepada oknum polisi tersebut, Din mengatakan memang mempunyai anak di Yogyakarta namun bukan putri. Oknum itu lantas menjawab kalau dirinya merupakan anggota Polres Yogyakarta.

"Karena nggak mau lama-lama, saya ingin ini cepat selesai, saya bilang saudara ini penipu ya. Saya stop kemudian," jelasnya.

Namun, setelah menutup telepon, ide menjebak sang penipu pun muncul di kepala Din. Din lalu menghubungi sang penipu. Din membenarkan kalau ada keponakan istrinya yang sedang berada di Yogya.

""Saya SMS, maaf Aiptu Reza, menurut istri saya benar ada keponakannya perempuan yang sedang pergi ke Yogya bernama Nana. Lalu dia tanya ini siapa. Saya bilang ini Pak Bachtiar," jelasnya.

Setelah itu, lanjut Din, oknum Polri tersebut menjelaskan kalau putri Din tersebut melanggar lalu lintas. Setelah ditangkap, ditemukan ada barang haram di dalam tas putri Din.

"Dia bilang putri Bapak dengan teman-temannya ada berlima. Saya bilang keponakan saya cuma berdua. Dia jawab bisa saja pak teman-temannya dari sini," ungkapnya.

Din lantas menanyakan barang haram apa yang dibawa putrinya tersebut. Polisi tersebut mengaku putri Din membawa ekstasi. Polisi tersebut kemudian meminta jalan damai yakni Din memberikan Rp 80 juta untuk kebebasan putrinya tersebut.

"Saya bilang aduh, saya nggak punya duit Rp 80 juta. Rp 40 juta saja gimana pak. Kata saya dengan nada pura-pura khawatir. Dia bilang kan bapak punya ATM. Akhirnya dia bilang bisa Rp 40 juta," tandasnya.

Din kemudian meminta waktu kepada oknum polisi tersebut untuk melakukan pembayaran. Sempat berkali-kali Din mengulur waktu mengaku kalau dirinya mengalami kesulitan untuk mencapai ATM.

"Dia minta saya jangan tutup teleponnya. Tapi saya tutup saja. Saya bilang ATM saya Mandiri atau BCA. Terus saya bilang nggak bisa. Bisanya BNI. Nah dari nadanya sepertinya ini pembobol ATM. Mereka lebih nanya ke kartu saya apa," ucapnya.

Sampai akhirnya, Din kemudian mengaku kalau dirinya bukan Bachtiar tapi Din Syamsuddin sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah. Pelaku tersebut kemudian meminta maaf dan mengaku sebagai anak pengamen dan bukan anggota Polri.

"Saya bilang kamu jujur ya atau saya lapor ke Mabes Polri. Dia mohon maaf terus. Saya suruh bertoba dan berjanji tidak mengulanginya lagi," imbuhnya.

Menurut Din, meski ada upaya penipuan terhadap dirinya, namun Din tidak melaporkannya ke polisi. "Tidak. Belum sempat. Sibuk," tutupnya.


(gus/fay)


Berita Terkait