Pantauan detikcom, Senin (3/10/2011) selama rapat berlangsung di Gedung DPR, Jakarta, Jaksa Agung Basrief Arief dan Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo hanya diminta komentar pada awal-awal rapat dibuka mengenai kelanjutan rapat konsultasi seperti rapat sebelumnya.
Setelah itu fokus rapat yang dihadiri pimpinan DPR, komisi dan fraksi mengarah pada 4 pimpinan KPK, yaitu Busyro Muqoddas, Chandra M Hamzah, Haryono Umar dan M Jasin. Di antara para pimpinan DPR, komisi dan fraksi yang hadir, yang paling aktif bertanya di antaranya adalah pimpinan Komisi III seperti Benny K Harman, Azis Syamsuddin dan Fahri Hamzah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menghadapi cecaran pertanyaan yang sesekali dilontarkan dengan nada tinggi itu, pimpinan KPK tetap menjawab dengan nada datar dan sistematis terhadap cecaran pertanyaan dari DPR. Sementara Kapolri dan Jaksa Agung menyimak dan sesekali mencatat.
Satu-satunya suasana cair yang didapati saat rapat, ketika Wakil Ketua Komisi III Tjatur Sapto Edy bertanya dan direspon oleh Ketua KPK Busyro Muqoddas.
"Kami merasa sebagai orang tua. Dan KPK adalah anak kandung kami. Jika kami mengundang maka lebih baik KPK menghadiri undangan kami. Jadi ada saling hormat menghormati, saling menjaga kehormatan. Saya menyayangkan KPK tidak hadir dengan alasan apapun. Kita DPR yakin kita tidak akan berbuat tidak baik pada anak kandungnya. Namun kita juga berharap anak kandung kita menghormati orang tua kandungnya," ujar Tjatur.
Busyro pun menjawab, "Sebenarnya orang tua saya sudah meninggal, tapi karena ini sudah dianggap sebagai anak kandung, walaupun saya belum menyetujuinya, kami akan menghormati orang tua kami".
Jawaban Busyro itu pun mengundang tawa para hadirin. Rapat konsultasi ini selesai pada pukul 16.15 WIB.
(nwk/fay)










































