"Memang ada tarif, tapi saya beda dengan EO yang lain. Ini kan acara sosial, jadi biar ibu-ibu Bhayangkari punya wacana baru. Undanglah dia (miss universe). Kebetulan juga dia ada di Indonesia, di Bandung, apa salahnya," ujar Megi saat dihubungi detikbandung melalui telepon, Senin (3/10/2011).
Ketika ditanya apakah tarifnya Rp 100 juta per jam? Megi mengatakan lebih rendah dari angka itu. "Itu (tarif) sebenarnya relatif nego dengan manajemen (Yayasan Putri Indonesia-red), enggak perlu lah soal angka keluar. Saya beda dengan yang lain, sosial. Ya lebih rendah dari itu lah (Rp 100 juta)," ungkap Megi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya diberitakan kedatangan Miss Universe Leila Lopes ke Polda dibayar mahal oleh para perwira menengah Polda Jabar. Mereka harus patungan untuk mengumpulkan dana Rp 750 juta untuk mendatangkan miss universe.
Kabar ini sendiri telah dibantah Ketua Bhayangkari Polda Jabar Coreta Putut Bayu Seno. Menurutnya ia tak meminta pamen untuk patungan. Ia juga membantah harus mengeluarkan uang untuk kedatangan Miss Universe 2011.
(ern/nwk)











































