KPK: Pemeriksaan Pimpinan Banggar Berbasis Data Akurat

KPK: Pemeriksaan Pimpinan Banggar Berbasis Data Akurat

- detikNews
Senin, 03 Okt 2011 15:52 WIB
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan pemeriksaan terhadap pimpinan Badan Anggaran DPR berdasarkan data akurat hasil penyidikan kasus dugaan korupsi di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Mereka dipanggil dalam status sebagai saksi.

"Pemanggilan berbasis informasi dan data awal yang sudah kami kumpulkan dengan cermat dan akurat. Kelima anggota banggar itu kita panggil sebagai saksi, bukan ahli," ujar Ketua KPK, Busyro Muqoddas, menjawab pertanyaan Komisi III DPR dalam rapat konsultasi dengan Polri dan Kejagung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/10/2011).

KPK memeriksa pimpinan Banggar untuk diklarifikasi sekaligus sebagai saksi. Utamanya menyangkut adanya dugaan aliran dana kepada anggota Banggar.

"Yang katanya mengalir ke anggota Banggar, nah inilah yang kami klarifikasi. Kalau tidak ada bukti ya, berhenti sebagai saksi. Kami tidak pernah menarget (harus jadi tersangka)," jelas Busyro.

KPK membantah pemanggilan pimpinan Banggar secara intens sebagai pengalihan isu.

"Apa keuntungannya buat KPK mengalihkan isu? Sama sekali tidak ada keuntungannya dan malah jadi blunder kalau itu kami lakukan,"tepis Busyro.

Jika ada kalangan yang menduga KPK mengalihkan isu suap Kemenpora, menurut Busyro salah sasaran.

"Mengapa Wisma Atlet dibandingkan? Itu lebih kompleks. Semua berbasis kepada data. Tidak ada langkah pro yustisia yang dilakukan penyidik tidak berbasis pada data," terangnya.

KPK pun menegaskan tak pernah membuat kegaduhan. Kalau kemudian banyak berita soal Banggar itu bukan persoalan KPK.

"Pemeriksaan disitu kegaduhan disitu pemeriksaan juga waajr. Kalau kemudian menjadi berita di media apakah itu kegaduhan perlu penjelasan. Tapi KPK tak pernah mendesain pemberitaan untuk menciptakan kegaduhan," tegasnya.

(van/lh)


Berita Terkait