"Waktu itu ada empat EO di Bandung diundang Yayasan Putri Indonesia yang diminta menyebarluskan (kedatangan) Miss Universe ini. EO menawarkan ke perusahaan dan instansi. Akhirnya ada dua EO yang dapat klien yakni PT Esa Communication dan PT Viseta Global Utama," kata Direktur PT Esa Communication Dadan Hendaya.
Ia menyampaikannya saat berbicang bersama detikbandung di salah satu rumah makan di sekitar Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin (3/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menawarkan Miss Universe 2011 ke perusahan dan instansi pemerintah, kata Dadan, bukan perkara mudah. Sejak bulan puasa lalu atau Agustus lalu, Dadan melayangkan proposal kepada pihak-pihak yang ingin dikunjungi Miss Universe 2011.
"Waktunya memang terbilang mepet, sekitar sebulan lebih. Saat itu saya langsung mengirimkan proposal ke puluhan perusahan dan instansi. Ya, ada 24 tempat yang saya tawarkan. Yang bersedia hanya dua," ungkap Dadan.
Disinggung nama-nama perusahaan dan instansi yang pernah dikirimi propsal itu, Dadan keberatan menyebutkannya. "Jadi kita hanya menawarkan saja. Tidak memaksa mereka," terangnya.
Miss Universe 2011 bakal bertandang ke Kota Bandung pada 11 Oktober mendatang. Miss Universe dijadwalkan mengunjungi tiga tempat di Bandung. Berdasarkan keterangan Dadan, Miss Universe makan siang di Imah Seniman yang berlokasi di Lembang, menghadi acara Relauncing Fashion World di Jalan Setiabuhi, dan menyambangi Mapolda Jabar.
Pada HL Koran Galamedia hari ini, disebutkan jika kedatangan Miss Universe Leila Lopes ke Polda dibayar mahal oleh para perwira menengah Polda Jabar. Mereka harus patungan untuk mengumpulkan dana Rp 750 juta untuk mendatangkan miss universe.
(bbn/ern)










































